Majalahayah.com, Jakarta – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof Mahfud MD mengkritik ormas Islam NU dan Muhammadiyah tentang kondisi umat Islam saat ini. Dia menilai kedua ormas ini setelah KH. Abdurrahman Wahid (Gusdur) dan Amin Rais hanya melaksanakan amar makruf (menyeru) kebaikan namun nahi mungkarnya kurang.

“Sementara Habib Riziq Sihab melaksanakan amar makruf (menyerukan kebaikan) sekaligus nahi mungkar (mencegah kemunkaran), wajar jika ditokohkan banyak orang,” terangnya saat pelantikan Pengurus KAHMI yang dilansir dari Timesindoensia, Jum’at (27/1/2017).

Karena dirinya menyarankan supaya ormas Islam berbanah diri termasuk KAHMI. Salah satunya supaya bisa tetap beramar makruf nahi munkar.

Dia mengatakan Kebhinekaan dalam Islam itu bukan barang baru, sudah ada di zaman Rasulullah SAW bahkan bagian dari ajaran Islam. “Bukan karena ada di Indonesia Islam baru mengenal kebhinekaan, ini yang harus diluruskan,” tegasnya.

Berbagai ayat Al-Quran telah menggambarkan bagaimana tentang kebhinekaan (keberagaman) seperti Surat Ar-Ruum 22 “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan berlain-lainan bahasamu dan warna kulitmu. Sesungguhnya pada yang demikan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mengetahui,” paparnya.

Selain itu juga diayat-ayat lain seperti QS : Al-Maidah Ayat 8 bagaimana tentang perlakukan sikap adil terhadap kaum apapaun golongannya.