Majalahayah.com, Jakarta – RAIS Aam Idarah Aliyah Jam’iyah Ahlit Thariqah Al Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman), Habib Luthfi bin Yahya memberikan pesan kepada kaum muslimin yang belum menikah, bahwa rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala turun karena sebab ikhtiar.

“Rahmat Allah turun karena sebab ikhtiar, contoh: sakinah, mawaddah dan rahmah akan muncul jika seseorang sudah ikhtiar untuk menikah,” ujar Habib Luthfi seperti dikutip dari akun Instagram @ulama.nusantara, Kamis (16/7/2020).

Habib Luthfi mengatakan, bagi yang belum menikah sebaiknya mempelajari lebih dulu tentang pengertian sakinah, mawaddah, dan rahmah. Khususnya mempersiapkan bagaimana caranya menjadi orangtua yang baik untuk anak-anaknya.

Persiapkan mulai sekarang bagaimana cara menjadi orangtua yang baik. Sebab kelak perilaku anak itu kurang lebihnya akan meniru perilaku orangtuanya,” terangnya.

Lebih lanjut, jangan sampai orangtua memaksakan diri dan meminta anak saleh dan salehah. Hal tersebut dapat diminta sebelum menikah, dengan cara istiqamah beribadah serta memasrahkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Jangan pontang-panting minta anak saleh-salehah setelah jabang bayi lahir. Tapi mintalah mulai sekarang, mintalah secara istiqamah kepada Allah Ta’ala, agar kelak dikasih pasangan yang saleh-salehah, serta diberikan anak yang saleh-salehah pula yang mampu menjawab tantangan bangsa dan negara,” kata Habib Luthfi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحًا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(Fa lammā ātāhumā ṣāliḥan ja’alā lahụ syurakā`a fīmā ātāhumā, fa ta’ālallāhu ‘ammā yusyrikụn).

Artinya: “Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan,” (QS. Al-A’raf: 190).

Habib Lutfhi merupakan sosok ulama karismatik yang sangat disegani, baik dari keilmuannya, akhlahknya hingga keturunannya. Ia juga merupakan pendiri dan pembina Majelis Ta’lim Kanzus Sholawat Pekalongan, Jawa Tengah.