Majalahayah.com, Jakarta – Kunjungan Raja Salman Bin Abdul Aziz ke Indonesia dari tanggal 1-9 Maret 2017 diharapkan akan memperkuat kedua negara. Bagi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) baik Arab Saudi ataupun Indonesia akan menjadi kekuatan besar dan sejajar.

“Dengan demikian kedua negara ini akan duduk sebagai dua negara yang sejajar dan berpengaruh di dunia Islam dan Timur Tengah,” tegas Ketua GPII Karman BM melalui pesan singkat kepada Majalahayah, Rabu (1/3/2017).

Karman pun melihat kedatangan Raja Salman tersebut bedasarkan kondisi negara Indonesia. Terutama masalah sosial dan ekonomi yang terus membelit sendi-sendi kekuatan negara.

“Kami melihat sesugguhnya kedatangan beliau ialah melihat keadaan yang terjadi di negeri ini,” jelasnya.

“Situasi sosial politik yang kurang baik, kasus penodaan agama yang tdk serius. Belum lagi halnya melihat keterpurukan ekonomi yang sangat serius menerpa negeri ini,” tambah Karman.

Dirinya cukup menyanyangkan bila Indonesia hanya belajar tentang penanggulangan Terorisme dari Timur Tengah. Tapi tidak belajar masalah ekonomi yang memiliki potensi lebih besar.

“Sangatlah naif kalau Indonesia justru belajar kepada negara-negara Timur Tengah dalam memerangi terorisme tetapi tidak optimal memanfaatkan potensi ekonomi yang luar biasa ini. Kepentingan ekonomi menjadi sangat penting dibanding masalah keagamaan dan keamanan saja,” pungkasnya.