Home Kabar Golkar Tampik Adanya Aliran Dana Bakamla untuk Munas 2016

Golkar Tampik Adanya Aliran Dana Bakamla untuk Munas 2016

167

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Ace Hasan Syadzilly menampik kabar kasus dugaan korupsi pengadaan satelit dan drone di Badan Keamanan Laut (Bakamla). Uang sebesar Rp4 miliar itu untuk penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) 2016.

Dirinya menegaskan sumber pendanaan Golkar tidak bertentangan dengan undang-undang. Dia menjamin sumber pendanaan acara resmi Golkar hanya berasal dari iuran anggota, sumbangan dan kas.

“Saya pastikan setiap dana yang masuk ke parpol itu berasal dari dana sesuai peraturan peruu. Setiap acara partai itu pasti bersumber dari tiga hal, yaitu iuran anggota, sumbangan-sumbangan, sumber pemerintah. Saya pastikan tidak ada dana masuk ke kas partai apa yang disampaikan dalam fakta persidangan kemarin,” tegas Ace dalam keterangan persnya di DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Nelli Murni, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Sebelumnya, salah satu saksi dalam kasus dugaan korupsi di Bakamla, Direktur Rohde and Schwarz, Erwin Arif menyebutkan telah menyerahkan uang sebesar Rp4 miliar untuk Golkar. Uang tersebut ditransfer secara bertahap ke sejumlah rekening bank luar negeri.

Berdasarkan bukti percakapan online (whatsapp) Erwin menyerahkan uang ini atas perintah salah satu politikus Partai Golkar yang berencana menggelar munas pada 2016.

Sementara itu kader Golkar lain yaitu Melchias Marcus Mekeng menyatakan setiap uang harus masuk ke rekening partai. Jika tidak hal tersebut hanyalah menjual nama.

“Uang partai masuk ke rekening partai. Kalau tak masuk hanya jual nama. Kita tidak tahu. Kita aturan uang masuk ke rekening partai sumber jelas dan diaudit dilaporka ke KPU,” paparnya.

Dalam kasus dugaan suap proyek pengadaan alat satmon ini, KPK sudah menjerat lima orang sebagai tersangka. Sedangkan dari Puspom TNI, telah menetapkan satu orang tersangka yang merupakan anggotanya.

Lima tersangka tersebut yakni, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Bakamla Nofel Hasan, Direktur PT Melati Technofo Indonesia Fahmi Darmawansyah, mantan Deputi Bidang Informasi Hukum dan Kerja Sama Bakamla Eko Susilo Hadi. Dua orang lagi adalah anak buah Fahmi yakni Muhammad Adami Okta dan Hardy Stefanus.