Gerakan Teroris Alami Pergeseran, KPAI : Ada Penyusupan Melalui Guru

Gerakan Teroris Alami Pergeseran, KPAI : Ada Penyusupan Melalui Guru

60
SHARE
KPAI (Foto: Rizky Kusumo)

Majalahayah.com, Jakarta –  Kejahatan terorisme di Indonesia dewasa ini cukup mengkhawatirkan. Kasus Bom Surabaya, Sidoarjo dan Poltabes, meneguhkan betapa ruang gerak pelaku teror masih mudah. Terlebih, trend kejahatan teror dewasa ini melibatkan anak sebagai pelaku.

Menyikapi ganasnya kejahatan terorisme, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto menyampaikan bahwa Gerakan terorisme di Indonesia terus mengalami pergeseran, dari tahun ke tahun.

“Masyarakat luas perlu mengerti terjadinya pergeseran modus tersebut, agar upaya pencegahan dilakukan sedini mungkin. Saat ini rekrutmen pelaku jaringan terorisme menggunakan berbagai pola,” ujar Susanto saat ditemui di Kantor KPAI (15/05/2018).

Baca juga :   Isu Sofyan Djalil Dicopot, Pengamat Politik : Pangkas Kaki Tangan JK di Kabinet

Menyampaikan pola pertama yaitu melalui modus perkawinan, Susanto mencontohkan  sebagaimana kasus di Bekasi dengan MNS menikahi Dian Yulia Novi yang baru dikenal 3 bulan lewat media sosial.

Kedua, modus indoktrinasi melalui media sosial. Pola ini seringkali dipilih oleh para mentor jaringan teroris, termasuk dengan sasaran usia dan remaja yang akan dilibatkan dalam aksi terorisme.

“Melalui media sosial, indeksi radikalisme bisa tumbuh dan berkembang. Dan yang ketiga patronase guru. Penyusupan melalui guru untuk melakukan rekrutmen teror perlu diwaspadai. Karena mentoring menjadi radikalis apalagi teroris cukup efektif melalui patronase guru,” tambah Susanto.

Baca juga :   Masyarakat Minang Deklarasikan Dukungan pada Anies-Sandi

Mengetahui anak sangat mudah terpengaruh, Susanto katakan anak mudah mengikuti, mengingat guru sebagai sosok yang diyakini pembawa kebenaran.

“Modus melalui proses pengasuhan tidak mudah dideteksi, karena terjadi pada ruang-ruang tak terpantau oleh orang sekitar. Kasus Surabaya menjadi contoh betapa orang tua merelakan anak dilibatkan dalam aksi terorisme yang kejam,” tegasnya.