Gemar Posting Foto di Medsos? Psikolog : Kejiwaannya Sudah Terganggu

Gemar Posting Foto di Medsos? Psikolog : Kejiwaannya Sudah Terganggu

49
SHARE
instagram. foto : socialemediaburo

Majalahayah.com, Depok – Berdialog dengan diri sendiri dinilai penting dalam mengambil keputusan. Disampaikan oleh Ani Khairani sebagai Konsultan Psikologi di Universitas Indonesia (UI) bahwa pemikiran rasional terlahir dari pemikiran yang responsif.

“Jadi berdialog dengan diri sendiri itu perlu, terlebih saat melakukan tindakan, apakah tindakan yang hendak kita lakukan itu merugikan orang lain atau tidak,” ujarnya kepada majalahayah.com saat ditemui di Masjid Ukhuwah Islamiyah UI, Depok, Jawa Barat (10/10/2018).

Melihat kondisi masyarakat yang kini lebih cenderung kemedia sosial, sambung Ani, saat mengupdate pun wajib dipikirkan 10x lipat, apakah ini bermanfaat atau malah sebaliknya.

Baca juga :   Lotus birth, Metode Perawatan Pasca Melahirkan yang Perlu Ibu Ketahui

“Aktifkan mata hati kita kalo ingin melakukan sesuatu, jangan langsung melakukan tahan selama 6 detik. Misalnya, Apa ya yang saya lakukan? Kenapa ya saya lakukan ini? Dan adakah dampak negatif untuk orang lain,” imbuhnya.

Dalam sisi Psikolog, Ani tegaskan jika seseorang yang mudah memposting segala sesuatu dalam kehidupannya telah mencerminkan orang-orang yang terganggu kejiwaannya.

“Kalo orang merasa dirinya memposting itu rasanya gampang banget, seperti selfi-selfi, itu mencerminkan orang-orang yang sakit jiwanya,” tuturnya

Baca juga :   Agar Lebih Bersih, Cuci Pakaian Dalam Dengan Air Hangat

Diakhir penyampaian, Ani menghimbau agar kita dapat meluangkan waktu untuk berdialog dengan mata hati dan janganlah melakukan sesuatu  secara spontan, kerena dalam mengambil keputusan itu perlu proses berdialog.

“Kalau sifat jeleknya tidak dipikirkan sama diri sendiri akan selalu berulang bahkan menjadi lebih buruk lagi. Karena otak itu membuat pola. Dan tidak banyak orang yang ingin berdialog dengan dirinya sendiri, namun tidak ada kata terlambat, maka dari itu mulailah,” tukasnya.