Foto : Penyematan simbolis mahkota ke orang tua masing-masing bagi wisuda tahfidz 30 juz. (Majalahayah.com/RQ)

Majalahayah.com, Jakarta– Pernah mendengar kisah sahabat Rasulullah SAW yang menggendong ibunya ke manapun? Bahkan sampai tulang punggung sahabat itu terluka. Mungkin kita bisa menyebutnya sebagai bentuk pengabdian seorang anak terhadap orangtua. Namun, Rasullulah menegaskan, hal tersebut masih belum sebanding dengan jasa orangtua untuk anak-anaknya.

Berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) merupakan kewajiban bagi setiap manusia. Tidak bisa disangkal bahwa setiap orang memiliki rasa cinta dan sayang untuk orang tuanya. Mengapa? Karena berkat keduanya, khususnya Ibu yang telah mengandung, kita bisa berada di dunia ini. Bahkan jika seorang anak telah menikah atau berkeluarga, kewajibannya untuk memuliakan orang tua tidak akan gugur.

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu, hanya ke pada-Kulah kembalimu”. (QS. Lukman: 14)

Begitu besarnya kedudukan berbakti pada orangtua, hingga Allah menghubungkan hak-Nya dengan hak orangtua. Maka dari itu banyak sekali keutamaan berbakti kepada orang tua, diantaranya:

Perbuatan yang Dicintai Allah SWT

Dalam suatu hadits shahih yang diriwayatkan sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut berbuat baik kepada kedua orang tua sebagai salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah.

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam”, “Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah?” Rasul menjawab, “Shalat pada (awal) waktunya.” “Kemudian apa lagi?” Nabi Menjawab lagi, “Berbakti kepada kedua orang tua.”Aku bertanya kembali.” “Kemudian apa lagi?” “Kemudian jihad fi Sabilillah. (HR. Al Bukhari dan Muslim).

Ridha Allah SWT Bergantung pada Ridha Orang Tua

– قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: رِضَا الرَّبِّ فِى الرِّضَا الْوَالِدَيْنِ وَ سَخْطُهُ فِى سَخْطِهِمَا 

الطبراني

Artinya: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah bersabda,”Ridha Rabb terletak pada ridha kedua orang tua dan murka-Nya terletak pada kemurkaan keduanya.” (Riwayat Ath-Thabrani, dishahihkan oleh Al Hafidz As-Suyuthi).

Dari hadist diatas telah digambarkan sebagaimana tingginya  posisi orang tua dalam Islam. Di dalam Al-quran, berbakti kepada orang tua bahkan diikuti dengan ketaatan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:  “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra’:23).

Tiket Menuju Surga

Berbakti kepada orang tua merupakan amalan paling utama yang dapat mendekatkan kita dengan surga Allah yang penuh kenikmatan.

Dari Abu Darda radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu atau kalian bisa menjaganya.” (HR. Tirmidzi, no. 1900; Ibnu Majah, no. 3663 dan Ahmad 6:445. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan.)

Selagi kita masih ada waktu mari manfaatkan kesempatan ini untuk meraih kebaikan dengan berbakti kepada orang tua. Karena dengan berbakti kepada orangtua dapat dihapuskannya dosa besar, diterimanya amal, serta sebab kebahagiaan duna-akhirat.