Fimosis Sebabkan Infeksi Pada Penis Anak, Orangtua Harus Awasi Sedari Dini

Fimosis Sebabkan Infeksi Pada Penis Anak, Orangtua Harus Awasi Sedari Dini

938
0
SHARE
Ilustrasi, sumber: thetimes.co.uk

Majalahayah.com, Jakarta – Fimosis atau kelainan pada penis anak ternyata tidak bisa disepelekan oleh orangtua begitu saja. Hal itu karena bisa terjadinya infeksi pada penis atau saluran kemih anak yang menjadi pemicu timbulnya demam, karena pertumbuhan bakteri.

Hal ini disampaikan oleh Mahdian Nur Nasution SpBS, dokter dari Rumah Sunatan dalam diskusi media di Jakarta. “Jadi kalau pipis akan menggelembung dulu, urine ketahan di kulit dulu. Setelah tekanan gelembung tinggi, baru keluar urinenya. Seperti ada bocoran air dari kulit,” terangnya, Selasa (13/12/2016).

Demam yang berulang pada anak akan mempengaruhi tumbuh kembang mereka. Ketika beranjak dewasa, Fimosis akan mengganggu aktivitas seksual. Kotoran yang menumpuk di balik kulit penis juga bisa memicu peradangan dan muncul kemerahan pada ujung penis.

Fimosis sendiri merupakan kondisi di mana kulup atau kulit yang menutupi kepala penis tidak bisa ditarik ke belakang karena penyempitan di ujung kulit depan penis atau terjadi perlengketan kulup. Pada umumnya, Fimosis terjadi karena kelainan bawaan sejak lahir. Namun bisa juga karena kebersihan penis yang tidak terjaga dengan baik.

Urine menjadi tersisa di balik kulit penis yang lama-kelamaan, sisa urine dan kotoran lainnya mengendap pemicu pertumbuhan bakteri. Mulanya, infeksi terjadi di sekitar kulit, kemudian di bagian kepala penis, hingga akhirnya bisa sampai ke saluran kemih.

Oleh sebab itu, para orangtua dituntut sadar akan kebersihan penis anak serta kenali tanda-tanda Fimosis sedari dini. Saat memandikan bayi, adalah saat terbaik orangtua untuk memeriksa kondisi penis sang anak. Jika kulup penis tidak bisa ditarik ke belakang yang membuat tidak terlihatnya kepala penis, maka ada kemungkinan anak mengalami Fimosis dimana dalam kondisi normal, kulup bersifat elastis.

Ketika mendapati anak demam secara tiba-tiba, juga merupakan tanda anak menderita Fimosis. “Bawa ke dokter anak, lalu dikasih obat demam sudah sembuh. Tapi nanti demam lagi. Jadi, kalau anak demam, kemungkinannya batuk pilek, yang kedua mungkin karena masalah saluran kemih,” ujar Mahdian.

LEAVE A REPLY