Majalahayah.com, Jakarta – Fasilitas pendidikan di wilayah Losari, Brebes, Jawa Tengah lumpuh akibat dilandang banjir. Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Dinas (UPTD) menyatakan bahwa sedikitnya 18 sekolah dan 24 madrasah serta kantor UPTD setempat porakporanda sehingga berbagai dokumen pendidikan ikut terendam dan hanyut terbawa arus.

“ya butuh seminggu untuk rekondisi normal fasilitas pendidikan di Losari,” ucap Takwid disela membersihkan SD Bojongsari 01 (25/2).

Naasnya, lanjut Takwid beberapa SD penuh dengan lumpur, diantaranya SD Bojongsari 1, SD Bojongsari 2 dan SD Karangsambung 1. Dan kondisi di SD Babakan 2 tembok keliling sepanjang 30 meter roboh.

“SD Bojongsari 1 lumpur setebal 30 cm dihalaman, sedangkan di ruangan kelas 5 setebal 10 cm, SD Bojongsari 2 dan SD Karangsambung 1 lumpur setebal 10 cm di halaman, SD Babakan 1 lumpur di halaman setebal 15 cm dan SD Babakan 2 lumpur menyatu dengan tanah karena belum di Pavingblock,” tambahnya.

Mengetahui hal tersebut, Yayasan Pondok Pesantren A-Hasaniyyah Kedowon, Larangan, Brebes menyalurkan bantuan untuk korban banjir.

“Distribusi bantuan diberikan untuk Losari berupa 164 dus mie instan, 100 dus air mineral, 6 kantong beras 25 kg/kantong, obat-obatan, pampers dan pakaian layak pakai,” ujar Sabarukhi, Sekertaris Yayasan Pondok Pesantren A-Hasaniyyah (26/2).

Sementara itu, bagi wilayah Tanjung pesantren itu mendistribusikan 70 dus mie instan, 70 dus air mineral, 3 kantong beras 25kg/kantong, obat-obatan, dan pampers pakaian layak pakai.

Sedangkan yang berada di kecamatan Banjarharjo 30 dus mie instan, dan 30 dus air mineral.

“Distribusi bantuan dengan menggunakan lima kendaraan bak terbuka itu dikawal langsung Kapolsek Larangan Dopari,” pungkasnya.