Ilustrasi : http://pepyempoweringyouth.org/7-habits/

Majalahayah.com – Jakarta. 7 Habits of Highly Effectives People, karya DR Stephen Covey, telah menjadi buku pegangan bagi para motivator dunia sebagai salah satu referensi dalam upaya membangun kualitas diri seseorang. Buku ini konon terjual lebih dari 20 juta buku diseluruh penjuru dunia dan telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa.

Dengan mengupas detail mengenai buku ini, ternyata ke 7 habits tersebut bersumber dari ayat-ayat Alquran. DR Stephen Covey mampu membungkusnya dalam bentuk praktek keseharian, beliaupun dengan gamblangnya memberikan contoh kasus per kasus dalam setiap habits tersebut. Kepiawaian beliau dalam mengemas, menjadikan buku ini sangat spektakuler dalam penjualannya. Ketujuh habits yang dimaksud itu adalah:

1. Habits 1: Be Proactive
Seseorang dapat memilih keputusan yang akan diambil dalam kehidupannya. Untuk kemudian dialah yang bertanggung jawab atas pilihan keputusan tersebut dengan segala konsekuensi atau akibat yang melekat pada setiap keputusannya. Contoh kalimat-kalimat orang yang proaktif:

  • Saya memilih untuk tidak marah walaupun dia melakukan hal itu.
  • Saya memilih untuk membelanjakan sesuatu sesuai dengan apa yang telah saya rencanakan.
  • Saya memilih untuk hadir dan terlibat dalam membangun kebahagiaan keluarga saya.

Sumber habits ini adalah
QS Ar-Ra’d (13):11
“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”

2. Habit 2: Begin with the end in mind
Visualisasikan / gambarkan kemana tujuan anda, untuk kemudian buatlah rencana, langkah demi langkah dari keadaan saat ini sampai dengan keadaan dimana tujuan tersebut anda capai.

  • Saya ingin menjadi seorang suami yang baik dan ayah yang bijaksana.
  • Saya ingin menjadi konsultan keuangan yang bermanfaat bagi pelanggan saya.
  • Saya ingin untuk menjadi orang yang dihargai.

Sumber habits ini adalah
QS Al-Hashr (59): 18
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

3. Habit 3: Put first things first
Rencanakan, prioritaskan, dan eksekusi rencana anda berdasarkan skala prioritas. Terdapat empat quadrant yang dapat digunakan untuk menggolongkan prioritas tersebut. Quadrant tersebut adalah:

  1. Penting dan segera.
  2. Penting dan tidak segera.
  3. Tidak penting dan segera.
  4. Tidak penting dan tidak segera.

Sumber habits ini adalah
QS Al-Asr (103):1-3
“Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

4. Habit 4: Think win-win
Seseorang dalam kehidupannya memiliki ciri dalam pola interaksi dengan orang lain dalam berbagai hal, ciri tersebut adalah:
I Win – You Lose, yaitu pola pikir jangka pendek dan mau menang sendiri.
I Lose – You Win, yaitu pola pikir lemah dan tidak mampu perjuangkan haknya.
I Lose – You Lose, yaitu pola pikir destruktif, sama-sama hancur.
I Win – You Win, yaitu pola pikir konstruktif, sama-sama menang, everybody happy.
Sumber habits ini adalah
QS An-Nisaa (4):29
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.”

5. Habit 5: Seek first to understand, then to be understood
Untuk bisa mempengaruhi orang lain, anda harus terlebih dahulu memahami keadaan orang lain tersebut berdasar fakta, jangan berprasangka. Dengarkanlah orang lain dengan empati (seakan anda adalah dirinya), jangan lakukan ‘pura-pura mendengar’, tapi dengarkanlah dengan kesungguhan dan ketulusan anda. Setelah anda mampu membangun ‘trust’ yang timbul dari orang tersebut akibat dari empati anda kepadanya, maka mulailah untuk membangun perspektif anda sehingga orang tersebut pun memahami anda.
Sumber habits ini adalah
QS. Yunus (10):36
“Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”

6. Habit 6: Synergize
Habit ini adalah mengenai teamwork, dimana anda membuka diri seluas-luasnya untuk bisa bekerjasama dengan orang lain. Untuk bisa bersinergi, maka wajib bagi masing-masing pihak menghargai perbedaan. Dengan saling menghargai perbedaan, ditambah dengan prinsip “win-win solution”, maka boleh jadi akan muncul alternatif-alternatif solusi yang lebih baik bagi semua pihak yang terlibat.
Sumber habits ini adalah
QS. Al-Anfal (8):63
“dan Yang mempersatukan hati mereka. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

7. Habit 7: Sharpen the saw
Carilah waktu untuk me-refresh diri anda guna menyiapkan segala rencana yang akan anda eksekusi kedepan. Hal ini termasuk antara lain kegiatan membaca / menuntut ilmu, relaksasi, meditasi, olahraga, ataupun bersilahturahmi guna meningkatkan kualitas hubungan dengan seseorang.
Sumber habits ini adalah
QS. An-Nahl (16): 43
“Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”

Tentunya, masih banyak ayat-ayat lainnya yang terkait dengan habits tersebut dan akan terlalu panjang jika harus didetailkan pada artikel ini. Jadi tunggu apalagi? Mari kita gali segala ilmu yang kita butuhkan dalam rangka memperbaiki kualitas amal kita dengan sumber yang datang langsung dari Sang Maha Pencipta. Untuk kemudian mulailah mengamalkan ilmu-ilmu tersebut. Sesungguhnya Allah SWT yang akan memahamkan, insyaAlloh.

Sudah semestinya kita sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, menggunakan manual book yang datang dari-Nya. Sebagaimana TV Samsung menggunakan manual book yang dibuat oleh pabrik Samsung, bukan LG.