Fahri Hamzah : Tim Prabowo Tagih Saja Janji Jokowi, Biar Kelimpungan

Fahri Hamzah : Tim Prabowo Tagih Saja Janji Jokowi, Biar Kelimpungan

72
SHARE
Jokowi di Tol Suramadu (Foto Setkab)

Majalahayah.com, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengatakan saat ini pemerintah terlihat terlalu cepat mempersiapkan pemilu untuk mempertahankan kekuasaan. Sehingga pengelolaan kabinet dan pemerintah amburadul.

“Pemerintahan ini nuansanya kemenangan, niatnya untuk re-election,” katanya saat diskusi bertema ‘2019, Adios Jokowi?’ di Sekretariat Nasional Prabowo-Sandi, Jl HOS Cokroaminoto 93, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/1/2019).

Fahri mengaku tak bermaksud membela rival Jokowi yakni Prabowo Subianto. Alasannya, karena Prabowo belum pernah menjabat di pemerintahan. Namun demikian, dia menilai Prabowo punya banyak jasa untuk negara.

“Saya enggak bisa mengkritik Pak Prabowo karena dia bukan pemerintah, tapi jasa dan jejaknya dalam negara besar sekali, termasuk memperkenalkan orang namanya Jokowi, bahkan Ahok juga, bahkan yang saya dengar bukan memperkenalkan tapi juga membiayai,” tutur Fahri.

Baca juga :   Keluarkan Maklumat Akal Sehat, Rocky Gerung Ingin Selamatkan Intelektualitas dari Kepungan Elektabilitas

Fahri melanjutkan, kebijakan pemerintahan Jokowi juga tak didasari janji kampanye awal. Justru, kata dia, Prabowo malah mengantar sosok bernama Jokowi sebagai politikus sukses.

“Makanya tim Prabowo tagih saja (janji), pasti kelimpungan dia,” tukas Fahri.

Sementara itu, pengamat politik Rocky Gerung melihat elektabilitas capres petahana Jokowi saat ini keropos karena timnya sendiri. Sebabnya, simpatisan Jokowi kerap menyerang personal bukan program.

“Saya melihat Pak Jokowi dikeroposi timnya sendiri. Karena tiap kali para buzzer menyerang saya elektabilitas pak Jokowi turun nol koma sekian persen per detik, karena menyerang personal, pembully, pemfitnah,” ujar Rocky di lokasi sama.

Baca juga :   Eks Jenderal Bintang Empat TNI: Perubahan yang Mendasar adalah Revolusi

“Karena dari dalam sendiri yang melakukan itu, bukan saya yang membuat elektabilitas Pak Jokowi turun,” sambungnya.

Rocky heran saat ini petahana kerap menyerang. Apalagi, elektabilitasnya juga turun dan tak mungkin lagi dicegah. Dia menambahkan, pada 17 Januari nanti petahana sudah tak punya bekal dalam duel debat capres cawapres.

“Apa yang mau ditampilkan dalam debat nanti? Seluruh prestasi yang diklaim oleh rezim hanya pertumbuhan 5 persen, di bawah SBY. Kalau di bawah yang sebelumnya berarti tidak lulus,” kata Rocky.

“Jalan tol? Siapapun bisa membangun jalan tol bedanya gratis atau enggak. Jadi konsep jalan tol itu tugas negara membangun jalanan,” tambah Dosen Filsafat tersebut.