Fahira Idris Minta Masyarakat Hentikan Spekulasi Terkait Insiden Mako Brimob

Fahira Idris Minta Masyarakat Hentikan Spekulasi Terkait Insiden Mako Brimob

1676
SHARE
Fahira Idris

Majalahayah.com, Jakarta – Akhirnya setelah 36 jam, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berhasil menghentikan operasi pembebasan sandera di Rumah Tahanan Cabang Salemba di Mako Brimob Kelapa Dua berakhir, Kamis (10/05/2018). Dalam konferensi persnya, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia Komjen Pol Syafruddin mengatakan operasi dituntaskan pukul 07.15 WIB.

Sementara itu Ketua Komite III DPD RI Fahira Idris menyampaikan rasa duka cita kepada korban jiwa, terutama dari pihak kepolisian. Dirinya pun memberikan apresiasi atas kinerja polisi yang telah menuntaskan penyanderaan tersebut.

“Alhamdulilah, kabarnya situasi di Rutan Mako Brimob sudah pulih dan terkendali. Polri harus kita beri apresiasi, doa dan dukungan agar kejadian ini benar-benar tuntas diselesaikan. Tentu kita semua mengutuk kejadian ini dan berduka atas jatuhnya korban jiwa. Anggota Polri yang meninggal, sedang menjalankan tugas negara dan tugas menafkahi keluarga. InsyaAllah diterima disisi-Nya. Saya berharap berbagai pernyataan yang keluar dari kita semua adalah doa agar kejadian ini segera berakhir,” ujarnya, di Jakarta (10/05/2018).

Baca juga :   Harga Cabai Melambung, DPR Minta Pemerintah Bentuk Otoritas Pangan

Menurut Farhira, meninggalnya lima Anggota Polri dalam peristiwa penyenderaan dan penguasaan sebagian kawasan Rutan Brimob oleh narapidana kasus terorisme menjadi duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga korban dan Polri, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia. Peristiwa ini menjadi cobaan berat karena polri butuh waktu lebih dari satu hari mencari jalan terbaik untuk mengakhiri peristiwa ini tanpa adanya korban jiwa lagi.

Dia mengungkapkan, panjangnya proses penyelesaian penyanderaan dan penguasaan sebagian rutan oleh narapidana teroris menunjukkan banyak sisi yang dipertimbangkan Polri. Dirinya pun berharap, sebagai masyarakat hanya bisa memberikan doa dan dukungan, dan mengerem komentar-komentar atau spekulasi yang malah hanya akan memperkeruh suasana.

Baca juga :   11 Jam Mako Brimob Masih Mencekam, IPW Minta Kepolisian Jelaskan Secara Transparan

“Polri yang lebih paham kondisi di lapangan dan strategi mengakhiri kejadian ini. Sudah ada korban jiwa, ini bukan peristiwa biasa sehingga penanganannya pasti harus hati-hati. Kita percayakan kepada Polri menyelesaikan peristiwa ini hingga benar-benar tuntas nantinya,” pungkas Fahira.

Sebelumnya, kerusuhan di Rutan Mako Brimob terjadi pada Selasa (08/05/2018) pukul 19.30 WIB. Lima polisi meninggal dan satu narapidana tewas akibat peristiwa ini. Setelah 36 jam, akhirnya Polri berhasil menguasai dan memulihkan situasi di Rumah Tahanan Cabang Salemba di kompleks Markas Komando Brimob. Hampir semua tahanan teroris di sana, yakni 156 orang, menyerahkan diri kepada Polri.