Home Uncategorized Fahira Idris : Dunia Barat Sudah Masuk Angin Sejak Awal

Fahira Idris : Dunia Barat Sudah Masuk Angin Sejak Awal

257
Gambar Ilustrasi Sumber : Klikkabar.com

Majalahayah.com, Jakarta – Berkembang pesatnya salah satu perilaku menyimpang di masyarakat yaitu Lesbian Gay Biseksual Transgender (LGBT), tentu tidak lepas dari peran vital para loyalis atau aktivis pendukung mereka baik dari dalam maupun luar negeri.

Bahkan kabar dari beberapa sumber menyebutkan, mereka mendapat gelontoran dana besar untuk memuluskan aksinya mendapatkan legalitas di sebuah negara, atas perilaku menyimpang mereka itu khususnya di Indonesia dan negara berkembang lain.

Fahira Idris, putri mantan Menteri Perindustrian era SBY Fahmi Idris, yang kini menjabat Wakil Ketua Komite III DPD Jakarta buka suara mengenai hal ini. Menurut Fahira, Dunia Barat sudah masuk angin dari awal oleh para aktivis pendukung LGBT ini.

“Mereka cerdas dengan basis militan di organisasi yang terkenal baik, seperti PBB dengan UNICEF  nya. Kemudian mereka duduki jabatan pimpinan disana, lalu mencengkram kemudian mendeklarasikannya. Lantas bagaimana dengan Indonesia jika kita tidak ber hati-hati ?”, tutur Fahira kepada Majalahayah.com. ( 01/09 )

Menurutnya di Amerika pada era 80 an, LGBT  itu tindakan pidana disana. Namun sekarang di tahun 2016 disahkan dan di legalisasi. Fahira menambahkan saat ia berbincang dengan ahli parenting Elly Risman, ia bilang bahwa kita kurang edukasi.

Dalam hal ini bagi Fahira, pemerintah harus mengedukasi masyarakat dengan cara menjaga anak-anak dari pengaruh LGBT, karena tidak sesuai dengan Pancasila dan Undang-Undang, untuk kemudian, pemerintah wajib mengedukasi peran ayah dalam menumbuhkembangkan anak. Perihal sidang Judicial Review yang digelar Mahkamah Konstitusi beberapa hari sebelumnya tentang pasal yang juga terkait LGBT, ia beranggapan seharusnya memang ada aturan yang “membredel” propagandanya, juga sistem penyembuhannya.

“Keluarga di Indonesia ini karena faktor ekonomi, mereka fokus mencari uang, sehingga  keluarga terlantarkan, anak dititipkan sembarangan, lalu menjadi korban berbagai macam aksi kriminal termasuk LGBT”, tandas nya.

Fahira juga pendiri Gerakan Nasional Anti Miras (GENAM). Perempuan yang akrab disapa Uni itu akan berangkat Haji tanggal 4 September 2016 besok, setelah seminggu sebelumnya sang suami berangkat lebih dahulu. Di lingkungannya, Fahira juga dikenal sebagai aktivis Perlindungan Anak dan Perempuan.
( O7P )