Fahira Idris Akan Advokasi Mahasiswi Bercadar

Fahira Idris Akan Advokasi Mahasiswi Bercadar

111
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Komite III DPR RI, Fahira Idris menyayangkan kebijakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta yang akan melarang mahasiswinya untuk mengenakan cadar di dalam kampus. Seperti diketahui, pihak rektorat akan memecat atau mengeluarkan mahasiswinya jika tidak mengikuti peraturan ini.

Fahira mengungkapkan, bahwa dirinya akan mengadvokasi langsung jika ada mahasiswi bercadar yang dipecat akibat kebijakan ini. “Saya akan buka advokasi bagi mahasiswi bercadar yang merasakan dirugikan apalagi jika sampai dipecat dengan kebijakan ini. Saya kira di tengah gembar-gembor kampanye ‘saya bhineka, saya Pancasila’ kebijakan-kebijakan seperti ini tidak akan ada, tetapi nyatanya masih terjadi,” ujar Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (06/03/2018).
Dia menganggap, setiap kebijakan apalagi yang dikeluarkan institusi resmi pendidikan harus memiliki landasan yang kuat. “Menstigma mahasiswi bercadar dikarenakan yang bersangkutan menganut ideologi atau aliran 1tertentu bahkan diidentikkan dengan gerakan radikal yang bertentangan dengan Pancasila, sangat tidak berdasar,” kata dia.
Wanita berkulit putih ini juga mengingatkan kampus, bahwa mahasiswi yang mengenakan cadar sebagai bentuk keyakinannya beragama tidak boleh diberi sanksi apapun. Sebab, tidak ada hukum yang mengatur mengenai tata cara berpakaian tersebut.
“Selama mahasiswi ataupun siapapun dengan atribut apapun yang dikenakannya, tidak melanggar norma agama, hukum, sosial dan tidak membahayakan apalagi merugikan pihak lain, tidak boleh dikenakan sanksi atau hukuman apapun. Mahasiswi yang bercadar karena ekspresi keyakinannya beragama dilindungi oleh UUD 1945, tidak boleh dilanggar oleh siapapun,” ucapnya.