Home Parenting Emosi Anak Memuncak? Berikut 4 Ucapan Menenangkannya

Emosi Anak Memuncak? Berikut 4 Ucapan Menenangkannya

310

Majalahayah.com, Jakarta – Emosi anak-anak cenderung sulit diprediksi dan kerap membuat orangtua kewalahan. Terutama saat emosi, kesedihan dan amarahnya memuncak. Ia bisa jadi sangat sulit mengontrol dirinya.

Menangis, mengamuk, melempar barang di sekitarnya bahkan menyakiti orang lain tanpa disadari. Ketika anak-anak dalam kondisi tersebut, orangtua sering terpancing emosi dan malah lebih marah dari sang anak.

Menghadapi situasi tersebut kuncinya adalah orangtua berusaha tenang untuk mengontrol emosi. Lalu kemudian membantu si kecil mengenali emosi dan mengeluarkannya secara ‘sehat’.

Bagaimana caranya? Salah satunya, lontarkan ucapan-ucapan menenangkan berikut.

1. Tidak apa-apa kalau sedih/marah/ kecewa

Hal pertama yang harus kita latih adalah membiasakan anak untuk mengeluarkan dan menyampaikan emosi serta apa yang ia rasakan. Pengalaman mengalaminya adalah yang paling berbekas bagi anak. Ketika anak mengalaminya lagi, ia sudah tahu rasanya dan bakal mencari tahu bagaimana mengatasinya.

2. Mama/papa dengar kamu, gak ditinggal kok

Saat emosi memuncak, hal yang paling dibutuhkan anak adalah didengarkan dan ditemani. Bukan dengan segera ‘memperbaiki’ apa yang dirasakannya. Saat si kecil sedang sangat sedih, temani saja di sampingnya, tawarkan pelukan hangat. Itu sangat efektif menenangkannya.

3. Boleh marah/ kecewa tapi tak boleh menyakiti orang lain

Biarkan anak mengeluarkan emosinya dengan cara apapun, menangis, berteriak, berguling-guling, tapi jangan biarkan jika ia menyakiti orang lain. Ajarkan anak untuk mengeluarkan emosinya dengan tidak merusak.

4. Duduk dan tarik napas, yuk

Menarik napas panjang lewat hidung dan mengeluarkannya secara perlahan lewat mulut jadi salah satu teknik mengurangi level emosi yang cukup signifikan. Teknik ini sudah bisa disajarkan pada balita usia 3 tahun.

Ajarkan si kecil untuk menarik napas panjang. Saat menangis atau marah, minta ia melakukannya. Ajak juga ia duduk jika dalam kondisi berdiri. Dengan begitu ia belajar bagaimana teknik menenangkan dirinya.