Duduki Peringkat 6 di Dunia, Gula Darah Bukan Satu-Satunya Faktor Penyakit Diabetes

Duduki Peringkat 6 di Dunia, Gula Darah Bukan Satu-Satunya Faktor Penyakit Diabetes

31
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Angka penyandang diabetes (diabetesi) di Indonesia terus meningkat dalam setiap tahun. Menurut data IDF Diabetes Atlas pada 2015, tercatat Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia untuk prevelensi penyandang diabetes tertinggi. Sedangkan pada tahun 2017, diperkirakan lebih dari 10 juta penduduk di Indonesia menyandang diabetesi sehingga naik menjadi peringkat ke-6 di dunia.

Meskipun tingginya tingkat gula darah seseorang mampu mendeteksi penyakit diabetes, namun menurut Dr.dr Aris Wibudi spPD KEMD menyatakan bahwa gula darah bukan menjadi faktor satu-satunya timbulnya penyakit diabetes

“Gula darah memang sumber komplikasi, jangan berfokus kepada gula darah itu sendiri, penyebab diabetes ada dari faktor internal dan eksternal, faktor internal itu jenis kelamin dan riwayat keluarga, sedangkan faktor eksternal itu melalui DNA,” tuturnya saat Peluncuran Aplikasi Teman Diabetes “We Stand By You, Diabeyics Fighter” di Kolega Coworking Space, Segitiga Emas Business Park, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan (10/08/2018).

Menyampaikan Diabetes Melitus terdapat 4 tipe, yaitu tipe 1, tipe 2, tipe gestasional, dan tipe lain, Dokter Aris sampaikan tipe 2 merupakan diabetes yang sering dialami oleh masyarakat, sedangkan tipe gestasional tidak menyerang laki-laki, namun hanya menyerang wanita hamil.

“Bagi wanita hamil itu rentan terkena diabetes tipe gestasional, namun saat ia melahirkan besar kemungkinan diabetes tersebut hilang, namun bisa diprediksikan kedepannya anaknya akan mengidap diabetes,” tambahnya.

Pada momentum ini, Dokter Aris yang turut menjadi Ketua kedalam Perkumpulan Edukator Indonesia (PEDI) tegaskan kepada masyarakat agar lebih menjaga pola hidup yang sehat. Seperti halnya dalam pemilihan makanan.

Baca juga :   Go-Bluebird Diluncurkan, CEO Go-Jek: Pengguna Go-Car Meledak

“Iklan makanan sudah seharusnya mampu membuka mata masyarakat, karena banyak bahan-bahan yang mengandung kadar gula yang tinggi. Terkadang manusia itu jahat, ia menciptakan margarin yang mengandung lemak jahat, padahal Tuhan sudah menciptakan barter yang sehat untuk manusia,” tuturnya.

Mengajak agar masyarakat wajib melakukan pengecekan gula darah minimal 3 bulan sekali, namun pada kenyataanya menurut survei yang telah dilakukan Teman Diabetes dengan jumlah responden 220 orang dengan kategori prediabetes, diabetesi, dan inner circle (anggota keluarga penyandang diabetes), ditemukan hanya 14,3% responden mengukur gula darah rutin setiap hari. Dan yang mengkhawatirkan, disampaikan oleh Robyn Soetikno, co-foubder Teman Diabetes bahwa sebanyak 28,6% konsultasi ke dokter hanya sekali dalam setahun.

Untuk membantu mengontrol kondisi diabetes dan menjalankan hidup lebih sehat, Robyn sampaikan bahwa 85,7% responden mengaku membutuhkan dukungan dari Inner circel (keluarga, teman, dan rekan kerja). Menyadari pentingnya dukungan bagi penyandang diabetes, momentum hari ini telah diresmikan, guesehat.com dalam mengembangkan aplikasi Teman Diabetes khusus untuk diabetesi, inner circle, serta ahli medis.

“Saya kehilangan ibu beberapa tahun lalu karena diabetes dan kompilasi jantung, dulu saya membantu ibu menyuntikan insulin dan bersamanya menahan melawan diabetes, saya kerap bersama melakukan cek gula darah. Bahkan saya selalu konsumsi makanan yang sama dengan ibu,” cerita Dinda Kanyadewi saat diberi kesempatan saat Peluncuran aplikasi Temen Diabetes.

Namun, Dinda tambahkan bahwa dalam menstabilkan kadar gula darah dalam tubuh bukanlah perkara yang mudah. Menurut Dinda hal yang paling sulit adalah menjaga mulut untuk makanan yang dikatagorikan enak.

Baca juga :   Sindir Pernyataan Amien Rais, Mahfud MD : Semua Partai Ada Setannya

“Yang paling sulit itu menahan makanan, porsi nasi dikurangi, gula tidak boleh berlebihan, pola makan harus pas,” tambahnya.

Dokter Arispun memberikan edukasi dari pernyataan Dinda, bahwa makan itu untuk hidup, bukan hidup untuk makan.

“Berikan edukasi dan support bagi keluarga, ucapkan kepada penderita diabetes jika makannya tidak bisa terpola dengan baik, seperti apakah kamu mau meninggal saat anak kita masih muda? Tidak inginkah melihat anak kita menikah? Dengan begitu orang lebih menginginkan hidup sehat,” ucap Dokter Aris.

Kadar gula normal, Dokter Aris sampaikan 100 sebelum makan dan sesudah makan maksimal kurang dari 140 dan jika lagi kondisi berpuasa kurang dari 100 dan sesudah berbuka minimal 126.

“Melalui aplikasi Teman Diabetes, diabetesi dipermudah untuk mengontrol kondisi seseorang, pengguna dapat merekam gula darah lewat DNurse, mobile blood hlivo enter yang terkoneksi secara ekslusif dengan Teman Diabetes, merekam aktivitas sehari-hari dan mengontrol makanan yang dikonsumsi. Semua informasi dapat diakses oleh keluarga dan tenaga medis yang dipilih,” tutup Robyn.

Aplikasi Temen Diabetes sudah bisa didownload diplaystore di handphone versi android. Tersedia teknologi pengecekan kadar gula darah, DNurse SP 2 Blood Glucose Mater : Glucometer, 10 strip test, 10 jarum lanset, Lancing Davice, User Manual dan Bonus Trakel Pouch hanya seharga Rp 350.000. Kalian bisa cek harga lainnya di aplikasi Teman Diabetes.