Majalahayah.com, Jakarta – Virus corona dengan cepat menyebar ke penjuru dunia setelah merebak di Wuhan, China.

Selain cepat penyebarannya, virus ini ternyata juga mematikan. Kabar terakhir menyebut kalau sudah 106 orang yang tewas karena virus Corona.

Puluhan korbannya tewas mendadak setelah terinfeksi. Di sisi lain, vaksin maupun obat untuk virus yang menyebabkan peradangan paru-paru itu pun belum tersedia.

Menurut Dokter Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Spesialis Penyakit Dalam & Vaksinolog OMNI Hospitals Pulomas mengungkap mengapa virus itu bisa mematikan.

Dr Dirga menguraikan panjang lebar mengenai virus corona yang berhubungan juga dengan wabah penyakit mematikan sebelumnya, SARS.

Berikut petikan wawancara eksklusif wartawan Majalahayah Rizky Kusumo dengan dr Dirga.

Sebenarnya apa itu virus corona?

Jadi virus corona itu nama kelompok virus yang isinya itu lebih dari 200 jenis atau 200 strain.

Dari 200 itu sebetulnya kebanyakan itu menyebabkan penyakit pada binatang, sedangkan yang menyebabkan penyakit kepada manusia itu hanya tujuh jenis, tujuh strain, termasuk yang sekarang ini.

Itu virus corona itu seperti ini.

Jadi, Wuhan corona Virus itu sebetulnya penyakit zoonotic. Artinya virus ini ditularkan dari hewan ke manusia dan dari manusia si virus ini bermutasi dari manusia ke manusia.

Itu yang menyebabkan penyebarannya begitu cepat. Jadi normalnya dari binatang ke manusia. Selesai.

Karena ada proses mutasi, dari manusia ke manusia. Nah, itu yang disebut yang sekarang terjadi itu, coronavirus.

Virus corona ini bukan barang baru. Tahun 2002 itu coronavirus menyebabkan SARS.

Tahun 2012 itu menyebabkan MERS di Timur Tengah. Tahun 2019-2020 itu yang sekarang.

Tapi semua jenisnya atau strain-nya berbeda, tetapi itu tetap kelompoknya coronavirus.

Mengapa bisa pertama kali muncul di Wuhan, Cina?

Jadi memang awalnya ini merebaknya di Wuhan di pasar. Ini pasar basah, animal market.

Jadi di pasar ini mereka menjual seafood, terus menjual daging-daging, baik yang hidup atau yang mati.

Mulai dari kelelawar, ular, babi, ayam, reptil, dan hewan hewan yang liar di situ diperjualbelikan.

Nah, sampai sekarang belum diketahui hewan tersangkanya apa. Karena memang dari penelusuran awal itu sekarang ini mengarah, entah itu kelelawar atau ada yang bilang ini sumbernya ular.

Tapi itu masih dugaan dari peneliti. Belum bisa dikonfirmasi.

Jadi, memang kebiasaan mengonsumsi hewan-hewan liar yang tidak lazim dikonsumsi itu juga bisa membawa dampak seperti ini.

Tapi kalau yang dimaksudkan itu seperti gambar yang ada di viral, makan pakai sup kelelawar, itu bukan.

Tapi memang kelelawar, bisa jadi atau kemungkinan, salah satu hewan tersangka dari kasus ini. Tapi sampai sekarang, belum ada satupun yang terkonfirmasi.

Seperti apa pola penyebaran virus corona? Apakah melalui udara atau ada cara lain?

Bisa beberapa. Satu, dari udara. Misal, ada hewan yang sakit, lewat udara.

Kedua, lewat kotoran hewan, lewat kencing atau BAB nanti juga bisa menyebar. Ketiga karena konsumsi bisa jadi, karena dimakan.

Kalau kita lihat pasar hewan di Cina, termasuk di Wuhan, kan tidak steril, tidak bersih. Harusnya diatur interaksi antara manusia dan hewan di pasar hewan itu, yang ideal itu diatur.

Tidak boleh berdekatan dan segala macam. Nah, ini di Cina itu sudah campur dan memudahkan penyebaran virus itu lebih cepat.

Artinya risiko terparah dari virus corona itu sampai meninggal?


Virus ini sama seperti corona virus yang lainnya, menyebabkan radang paru-paru (Pneumonia). Radang paru ini spektrumnya luas sekali.

Dari yang ringan pasiennya masih stabil hingga yang berat sampai pakai ventilator hingga meninggal. Jadi memang, penyakitnya bisa sampai meninggal.

Sejauh ini ada penelitian untuk menciptakan antivirus corona?

Kalau kita bicara pencegahan pada penyakit apapun vaksin menjadi pencegahan yang paling efektif.

Tapi sampai saat ini, vaksin untuk mencegah coronavirus Wuhan itu belum ada karena ini virusnya sangat baru.

Sekarang sudah ada upaya dari beberapa peneliti di China dan Amerika untuk mengembangkan vaksin yang baru ini.

Tapi secepat-cepatnya tersedia itu paling cepat satu tahun karena buat vaksin itu susah.

Kedua, mengenai pengobatan, sampai sekarang pengobatan yang spesifik (antivirus) yang bisa langsung membunuh Wuhan corona Virus ini belum ada.

Jadi kalau ada pasien yang positif itu pengobatannya suportif, kasih infus, diatasi demamnya. Pakai alat bantu nafas, tetapi belum ada pengobatan yang spesifik juga.

Bagaimana langkah pencegahan untuk menghentikan penyebaran virus corona ini?

Upaya pencegahan yang bisa kita lakukan ialah bisa menerapkan pola hidup sehat secara umum.

Tujuannya supaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Makan, istirahat, semuanya harus cukup.

Kedua, cuci tangan dengan sabun minimal 20 detik karena kita sering tidak sadar tangan kotor, tapi memegang hidung dan mulut itu mempermudah masuknya kuman apapun.

Ketiga, hindari orang yang sakit. Keempat, pakai masker di tempat-tempat keramaian, di tempat publik atau di tempat-tempat yang ada orang sakitnya kita harus pakai masker.

Terakhir, jangan bepergian dulu ke tempat yang berisiko tinggi. Tapi perlu dicatat, corona Virus ini kan belum terbukti ada di Indonesiajadi kita tidak terlalu panik.

Bagaimana cara membedakan virus corona dari flu biasa?

Jadi gejalanya itu disebut seperti flu like syndrom.

Pada tahap awal itu memang tidak bisa dibedakan antara corona virus dan batuk pilek biasa, influenza.

Pertama, demam, bisa tinggi atau bisa juga tidak begitu tinggi.

Yang kedua ada batuk, pilek, meler dan sebagainya. Itu tidak bisa dibedakan pada tahap awal.

Makanya pada tahap awal kalau kita liat prosesnya di bandara itu ada penumpang dari daerah yang berisiko tinggi itu kan dideteksi dengan thermal scanner.

Jadi semua penumpang yang demam dari daerah yang berisiko tinggi itu pasti akan dipisahkan dulu dan akan dievaluasi lebih lanjut.

Pada tahap ini kita tidak tahu orang ini demamnya karena apa, bisa corona atau bukan.

Kalau sudah begitu, ini yang namanya sebagai suspect. Jadi pasien demam baru pulang dari China nanti baru diperiksa lebih lanjut apakah ini demamnya karena corona atau bukan.