Home Moto GP Dovizioso : Zarco Salah Satu Pesaing Berat di Musim 2018

Dovizioso : Zarco Salah Satu Pesaing Berat di Musim 2018

271
Foto : Johan Zarco, Pembalap motoGP asal Perancis. Sumber www.youtube.com

Majalahayah.com – Johann Zarco yang mengawali debutnya pertama kali di ajang grand prix pada tahun 2009. Ketika itu Zarco tergabung dengan WTR San Marino Team yang berada di bawah payung Aprilia. Bersama Aprilia Zarco membalap dikelas 125cc selama dua musim. Meski gagal meraih podium, namun pembalap Perancis tersebut mampu beradaptasi dengan baik. Zarco akhirnya bergabung di kelas premier di bawah naungan tim Yamaha tech 3 bersama Jonas Folger. Debut pertamanya di kelas MotoGP yang dimulai pada musim 2017 lalu.

Pada MotoGP Qatar 2018 di Sirkuit Losail ini Zarco gagal meraih podium. Padahal, Zarco memiliki peluang besar untuk merebut podium juara. Ia sukses mengambil posisi start terdepan usai menguasai sesi kualifikasi. Bahkan, kecepatannya juga mengukir rekor sebagai waktu putaran tercepat dalam sejarah di Sirkuit Losail.

Pembalap asal Prancis itu juga memulai balapan dengan sangat baik. Tak ada pembalap yang mampu menyalipnya hingga lima putaran terakhir. Sayang, kecepatannya menurun drastis di lima lap terakhir hingga para rivalnya dengan mudah menyalipnya.

Jangankan juara, sekadar naik podium motoGP Qatar saja pembalap berusia 27 tahun itu tak mampu. Rookie of the Year MotoGP 2017 itu harus mengakhiri balapan dengan finis kedelapan usai terpaut 7,112 detik dari Dovizioso yang merebut podium juara.

Andrea Dovizioso, pembalap MotoGP asal Italia yang kini bergabung dengan tim Ducati dan ia merupakan juara dunia kelas 125cc tahun 2004. Pada MotoGP Qatar 2018 di Sirkuit Losail ini , Dovizioso pun memuji kinerja motor pada pembalap Yamaha Tech 3 tersebut.

“Saya tak tahu apakah ia memiliki mesin pabrikan atau tidak. Saya tidak tahu situasi pastinya. Tapi saya yakin bahwa sebagian besar pembalap tim satelit saat ini memiliki motor yang sangat bagus. Beberapa pembalap kini memiliki motor yang sama dengan saya tahun lalu. Zarco pun memiliki pendekatan yang tepat dan kecepatan bagus,” Dovizioso menegaskan,dikutip Speedweek.

Terlepas dari apapun itu, Zarco memang sudah lama menjadi salah satu pembalap yang diwaspadai. Rapornya di musim lalu menjadi tolak ukur. Berstatus rookie, ia sukses merebut tiga podium hingga berhak finis di urutan keenam klasemen.

Sejak tes pramusim MotoGP 2018, pengoleksi dua gelar juara dunia Moto2 itu juga menunjukkan potensinya. Puncaknya adalah ketika ia menjadi yang tercepat dalam tes pramusim di Sirkuit Losail.

“Zarco bisa menjadi salah satu pesaing gelar pada 2018. Saya mengatakan itu sebelum balapan. Tapi ia mendapat masalah besar dan tak memiliki grip yang cukup. Ia terlalu banyak menekan ban. Ia hanya memimpin balapan karena kami yang ingin, karena kami ingin menghemat ban kami,” ujar Dovizioso.

Rapor Zarco di Semua Kelas

125cc: 50 balapan, 1 menang, 11 podium, 4 pole, 5 fastest lap, 371,5 poin

Moto2: 88 balapan, 15 menang, 30 podium, 15 pole, 7 fastest lap, 1.010 poin

MotoGP: 19 balapan, 0 menang, 3 podium, 3 pole, 4 fastest lap, 182 poin