Dompet Dhuafa Ajak Dunia Hapus Penjajahan di Palestina

Dompet Dhuafa Ajak Dunia Hapus Penjajahan di Palestina

55
SHARE
Aksi demonstrasi Palestina. (Foto: futurtvnetwork)

Majalahayah.com, Jakarta  —Aksi penolakan terhadap relokasi kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem, telah menyebabkan sekitar 50 demonstran meninggal dunia. Ribuan pendemo mengalami luka-luka baik ringan maupun berat. Situasi ini terjadi pada, Selasa (15/05) pukul 00.25 waktu Al Quds.

Tentara Israel dilaporkan mulai menembaki demonstran di Gaza yang berusaha menerobos pagar pembatas untuk menuju kota Yerusalem, untuk melakukan aksi langsung di depan kedubes AS di kota itu. Lebih dari 50 orang demonstran tewas akibat penembakan tersebut. Sampai info ini (www.aqsainstitute.org) terdapat pula tim paramedis bahkan jurnalis menjadi korban, satu paramedis meninggal dunia dan 12 jurnalis mengalami luka-luka.

Baca juga :   Mulai Ricuh, Kapolres Jakpus Datang Tenangkan Massa Aksi

“Rakyat Palestina masih berjuang membebaskan tanahnya dari penjajahan Israel, hal ini sejalan dengan isi pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD 45), “Bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa dan penjajahan harus dihapuskan dari muka bumi”, maka dari hal itu kami sebagai lembaga kemanusiaan mengutuk keras atas upaya kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap pendemo”, ujar drg. Imam Rulyawan MARS., selaku Direktur Utama Dompet Dhuafa Filantropi.

Banyak negara-negara dunia sudah mengecam dan memberikan ultimatum kepada Israel terhadap penjajahan atas negara Palestina baik dengan pendirian pemukiman Yahudi bahkan pembangunan tembok, seakan-akan mengkungkung masyarakat Palestina untuk berinteraksi dengan masyarakat dunia. Kemerdekaan sejatinya merupakan hak semua bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

Baca juga :   Tolak Pemindahan Ibu Kota Israel, FPI Ajak Peserta Aksi Geruduk Kedubes AS

Di Indonesia pada saat aksi 115 menuntut pemerintah Indonesia berjuang keras menggunakan haknya dengan menekan dan mengarahkan OKI dan PBB bersama melawan keputusan Trump sebagaimana janji pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri selama ini, Palestina di jantung hati kebijakan luar negeri Indonesia.