DMI : Masjid Tidak Boleh Ditunggangi Kepentingan Politik

DMI : Masjid Tidak Boleh Ditunggangi Kepentingan Politik

65
SHARE
Foto : M Syarifudin

Majalahayah.com, Jakarta – Dewan Masjid Indonesia (DMI) menegaskan lembaganya sebagai organisasi independen dan tidak terlibat dalam aktivitas politik praktis. Masjid tidak boleh ditunggangi untuk kepentingan politik.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PP DMI, Syafruddin menyikapi beredarnya Buletin Dakwah DMI cabang Ciracas, Jakarta Timur bertajuk ‘Tahun Semangat Baru untuk Pemimpin Baru” edisi Januari 2019.

“Buletin Dakwah DMI cabang Ciracas tersebut tidak mencerminkan visi, misi, maupun pandangan DMI, tetapi adalah pikiran dari oknum yang mencoba menunggangi Dewan Masjid Indonesia untuk kepentingan pribadi dan politik,” kata Syafruddin, Jumat (11/1/2019).

Baca juga :   Peringati Hari Santri, Ketua NU Jawa Timur Serukan Jihad Lawan Terorisme, Kemiskinan, dan Kebodohan

DMI, lanjut dia, tidak menoleransi hal tersebut dan sedang menempuh langkah penertiban menegakkan disiplin organisasi DMI, dan konsolidasi secara internal agar kejadian dan kecolongan serupa tidak terjadi di masa-masa mendatang.

Syafruddin menyatakan DMI tidak terlibat dalam aktivitas politik. Visi DMI adalah untuk memakmurkan dan dimakmurkan masjid, sehingga segala upaya yang dilakukan DMI hanya dalam konteks visi tersebut.

Baca juga :   Cegah Radikalisme, DMI Ajak Pengurus Masjid Perbanyak Kegiatan Positif

“DMI bergerak agar terjadi sinergi dan keseimbangan antara tiga hal yakni fisik masjid, pengurus, dan yang mengisi yakni jamaahnya. Masjid tak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik manapun,” ujarnya.