Ditantang Dirikan Parpol, PA 212 : Kalau Mau Sudah dari Dulu

Ditantang Dirikan Parpol, PA 212 : Kalau Mau Sudah dari Dulu

62
SHARE
Foto : Reuni Akbar 212

Majalahayah.com, Jakarta – Sekretaris Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Bernard Abdul Jabbar, mengatakan tidak ada niat sekecil pun PA 212 untuk mendirikan partai politik. Menurutnya, sejak awal komitmen PA 212 hanya gerakan moral dan memperjuangkan keadilan.

“Kita ini gerakan moral bukan gerakan pragmatis, untuk membuat partai politik tidak ada wacana ke arah sana,” kata Bernard dikutip dari era muslim, Selasa (04/12/2018).

Menurutnya, gerakan PA 212 akan tetap memengang komitmen tersebut dengan hanya akan menjadi gerakan moral dan memperjuangkan keadilan.

“Kita sejak awal bergerak untuk gerakan moral baik itu ketidakadilan, kezoliman yang berlaku pada ekonomi, politik, budaya dan lain-lain dan kita tetap turun. Kita menegakan keadilan jadi tidak ada niat sedikit pun untuk mendirikan partai,” ucapnya.

Baca juga :   DPP PA 212 Dorong Partai Koalisi Keumatan Hargai Hasil Ijtima Ulama

Kalau mau mendirikan partai, kata Bernard, sudah bisa dilakukan sejak dahulu. Hanya saja keinginan itu tidak ada sama sekali.

“Kalau itu mau dilakukan sudah sejak lama, Habib Rizieq dengan jaringan FPI-nya yang berada diseluruh Indonesia sangat mudah mendirikan partai, kenapa tidak dilakukan? Komitmen perjuangan diawal kita adalah menegakan moral, menegakan keadilan membela kebenaran, membasmi kezoliman dan ketidakadilan itu komitmen kita dari awal,” kata Bernard.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menantang PA 212 untuk membuat partai politik. Sebab, ia menilai kegiatan organisasi yang dilakukan PA 212 selalu bermuatan politis.

Baca juga :   Survei PolMark Tunjukan Kepuasan Terhadap Pemerintahan Jokowi - JK Capai 67,5 Persen

“Kalau gentle bikin partai, supaya tahu perjuangan politik itu ada koridornya, bukan di lapangan, tunjukkan kalau memang mau berpolitik,” ujar Jazilul di Gedung DPR, Jakarta, Senin (03/12/2018).

Jazilul menuturkan saran PA 212 untuk membentuk partai politik juga karena narasi-narasi negatif yang selalu dimunculkan terhadap partai politik pendukung capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Salah satu contoh narasi negatif, kata dia, adalah soal partai setan. Menurutnya, tidak ada partai setan.