Dibanding Dua Periode, Survei Median Tunjukan Permintaan Jokowi Diganti Lebih Besar

Dibanding Dua Periode, Survei Median Tunjukan Permintaan Jokowi Diganti Lebih Besar

29
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Lembaga survei Median melakukan survei untuk melihat elektabilitas pasangan jelang pendaftaran Pilpres 2019. Survei ini juga mengidentifikasi peluang petahana dan penantang jelang pendaftaran.

Pada survei yang dilakukan sejak tanggal 24 Maret – 6 April 2018 tersebut menunjukan beberapa hal yang menarik. Salah satunya jumlah koresponden yang ingin Joko Widodo diganti lebih besar daripada dua periode.

Baca juga :   Undang Presiden Jokowi, Wasekjen MUI : Beliau Bagian Umat dan Bangsa

“Jumlah koresponden yang berharap Jokowi kembali memimpin mencapai 42,22 persen, sedangkan diganti tokoh lain 46,3 persen,” jelas Sudarto Direktur Riset  Median, di Cikini, Jakarta (16/4/2018).

Beberapa alasan yang dikemukakan oleh Median tidak berbeda jauh dengan hasil survei bulan Februari. Faktor lemahnya ekonomi cukup berpengaruh menjegal suara Jokowi pada Pilpres 2019 kelak.

Baca juga :   Haris Azhar : Ada Sandera Kepada Penegak Hukum untuk Ungkap Kasus Novel

“Kinerja ekonomi belum membaik sampai april. Kenaikan listrik, sembako mahal, pekerjaan susah, ekonomi sulit. Itu paling susah bagi Jokowi. Masyarakat memang melihat Infrastruktur menjadi suatu keunggulan tapi tidak mampu menutupi kondisi ril dari kebijakan ekonomi,” paparnya.

Survei Median sendiri dilakukan dari tanggal 24 Maret – 6 April 2018. Menggunakan 1,200 responden dengan margin of error 2,9 persen.