Majalahayah.com, Jakarta – Sejumlah pimpinan DPR RI turut menghadiri Reuni Akbar 212 yang digelar hari ini di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Mereka diantaranya adalah Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah.

Dalam kesempatan itu, Fadli menegaskan bahwa kegiatan Reuni Akbar 212 adalah kegiatan konstitusional yang dijamin oleh undang-undang. Ia lalu menyindir perihal maraknya aksi pembubaran dan pelarangan pengajian dengan mengatakan hal itu adalah tindakan ahistoris atau tidak paham sejarah.

“Kalau ada yang melarang pengajian, berarti tidak mengerti sejarah,” ucapnya di lokasi, Sabtu (2/12/2017).

Politisi Partai Gerindra itu menjelaskan umat Islam telah memiliki saham yang besar dalam perjuangan bangsa Indonesia, dintaranya adalah apa yang diperjuangkan oleh M. Natsir. Pada tahun 1950, Mosi Integral yang diperjuangkannya melahirkan NKRI setelah sebelumnya dipecah belah dengan nama RIS (Republik Indonesia Serikat).

Sementara itu, mantan Ketua BAZNAS, KH Didin Hafidudin yang juga hadir menuturkan bahwa kenikmatan Reuni 212 hanya bisa dirasakan oleh mereka yang memiliki iman.

“Mereka yang mencemoohkan Reuni 212 tidak akan merasakan keindahan nikmat ini. Ini hanya bisa dirasakan orang beriman,” ucapnya.