Demokrat Utarakan Alasan Mundur dari Koalisi Prabowo

Demokrat Utarakan Alasan Mundur dari Koalisi Prabowo

191
SHARE
SBY Prabowo

Majalahayah.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengungkapkan alasan partainya menolak sosok Sandiaga Uno sebagai calon Wakil Presiden atau Cawapres Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, di pilpres 2019. “Pertama, enggak pernah dibicarakan. Kedua ada sesuatu,” kata Syarief di rumah Ketua Umum Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono dilansir dari detik, Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan, Jumat, (10/08/2018).

Menurut Syarief, ketimbang disebut curang, langkah Prabowo bisa dibilang tak transparan. Sebab, Prabowo melakukan komunikasi dengan banyak pihak tanpa sepengetahuan Demokrat. Karena itu, para petinggi Partai Demokrat pun kaget mengetahui Sandiaga lah yang menjadi calon wakil presiden. “Tapi apalah arti kaget, karena itu hak prerogatif Pak Prabowo,” katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo juga mengatakan bahwa sikap Prabowo tidak elok dalam etika berpolitik. Selama ini, kata Roy, Partai Demokrat telah menjalin komunikasi yang baik dengan Gerindra dalam sebulan terakhir. “Tetapi yang kami khusus satu kamar saja, tetapi tiba-tiba ada informasi di seberang melakukan komunikasi dengan banyak kamar. Itu kan tidak pas, tidak elok,” ujarnya.

Baca juga :   Prabowo Sebut Penganiayaan Ratna Sarumpaet Tindakan Pengecut

Keputusan Prabowo menunjuk Sandiaga pun membuat Demokrat memutuskan mundur dari koalisi tersebut. Menurut Roy, alasannya telah diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief.

Andi Arief sebelumnya menyebut Prabowo sebagai jenderal kardus pada malam sebelum pengumuman cawapres. “Jenderal kardus punya kualitas buruk. Kemarin sore bertemu Ketum Demokrat dengan janji manis perjuangan. Belum dua puluh empat jam mentalnya jatuh ditubruk uang Sandi Uno untuk meng-entertain PAN dan PKS,” kata Andi Arief melalui akun Twitternya (08/08) lalu.

Baca juga :   Jadi Cawapres Prabowo, Politisi Gerindra : Kalau Anies Diminta, Pasti Mau

Andi Arief juga menuding Sandiaga menggelontorkan uang Rp 1 triliun untuk Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN) dengan jatah masing-masing Rp 500 miliar. Tudingan ini telah dibantah oleh sejumlah politikus Partai Gerindra. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyanggah menerima uang dari Sandiaga. Dia menyebut tudingan itu merupakan kabar bohong alias hoaks dan tidak diperlu digubris.

Roy Suryo mempersilakan sejumlah pihak yang meragukan cuitan Andi Arief. Namun, Roy membela bahwa Andi memiliki dasar untuk berbicara soal pilihan Cawapres Prabowo. “Ada yang katakan hoax biarkanlah nanti hukum yang bicara, fakta yang bicara karena Mas Andi Arief saya kira punya dasar melakukan,” kata dia.