Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: MA/Yusuf Tirtayasa)

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) adalah kebutuhan politik. Menurutnya, masyarakat Indonesia meminta Golkar untuk cepat melakukan perubahan.

Terlebih, ia mengatakan sudah menjadi kewajiban Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk tunduk pada AD-ART partai, di mana menurutnya persyaratan untuk menggelar Munaslub sudah memenuhi AD-ART, yakni lebih dari 2/3 suara DPD tingkat satu.
 
“Artinya seratus persen dari DPD 1 meminta melaksanakan Munaslub, tidak perlu lagi ada argumentatif yang dibuat” ucapnya saat ditemui di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Selasa (12/12/2017).
 
Hal itu menanggapi pernyataan pelaksana tugas (PLT) Ketua Umum Golkar, Idrus Marham bahwa tanggal Munaslub belum tentu dapat dipastikan dalam rapat pleno.
 
Selain itu, perihal nama Ketum Golkar yang nantinya ditentukan dalam Munaslub, ia mengaku DPD tingkat satu sudah hampir seratus persen menyampaikan nama Ketua Umumnya adalah Airlangga Hartarto.
 
“Artinya sudah tidak ada problem apapun. Ini kita udah kompak, udah solid, jangan dihalang-halangi lagi. Justru harus ikut disolidkan. Golkar itu solid, yang tidak solid itu siapa?” tukasnya.
 
Atas hal tersebut, Dedi mengutarakan tidak boleh lagi ada perdebatan panjang dalam rapat pleno yang rencananya digelar malam ini (13/12), di mana menurutnya cukup menentukan waktu dan tempat Munaslub.
 
Ia sendiri menuturkan DPD satu akan memantau jalannya pleno yang rencananya akan digelar malam ini (13/12). Apabila tidak sesuai harapan, Dedi menegaskan pihaknya akan mengambil langkah-langkah untuk kepentingan penyelamatan partai.
 
“DPD satu mewakili representasi dari keinginan publik, di mana seluruh publik mengatakan menginginkan Partai Golkar melakukan perubahan, dan itu tidak bisa ditawar lagi dan tidak boleh ada argumentasi- argumentasi lagi,” imbuhnya.
 
“Semakin banyak argumentasi yang dikeluarkan, semakin menunjukkan ketidakmauan Partai Golkar” tandasnya.