Majalahayah.com, Jakarta – Menurut data Dinas Kesehatan kabupaten Pacitan penyebaran penyakit Hepatitis A sudah menembus angka 1000 orang. Kondisi saat ini warga sedang siaga mengahadapi Kasus Luar Biasa (KLB) tersebut.

Dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Eko Budiono bahwa humlah kasus hepatitis A ini telah mengalami kenaikan setelah sebelumnya sebanyak 824 orang terjangkit hepatitis A pada Jumat, 28 Juni 2019.

“Betul, terakhir kemarin itu 957 kasus. Walaupun jumlah kasusnya meningkat, warga yang terjangkit sudah tertangani, baik di puskesmas maupun rumah sakit setempat,” ujarnya di kutip dari liputan 6.

Bahkan hingga tanggal 1 Juli 2019, data terbaru ialah warga yang terkena hepatitis A dan sudah tertangani sebanyak 18 orang. Angka tersebut termasuk pasien baru dan Ratusan pasien hepatitis A lain sedang menjalani rawat jalan. Mereka telah diberikan obat, vitamin, dan diminta untuk cukup beristirahat.

Jumlah pasien hepatitis A yang menjalani rawat inap di puskesmas saat ini berumlah 27 orang.

“Itu pasien-pasien yang lama ya (bukan pasien baru). Mereka masih membutuhkan perawatan lebih lanjut,” tambah Eko.

Selain 27 orang yang menjalani rawat inap di puskesmas, sebanyak 3 pasien masih dirawat di rumah sakit.

Adapun rincian jumlah kasus hepatitis A di tiap kecamatan per 30 Juni 2019 dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, yakni:

  1. Kecamatan Sudimoro 524 kasus.
  2. Kecamatan Sukerejo 82 kasus.
  3. Kecamatan Ngadirojo 164 kasus.
  4. Kecamatan Wonokarto 53 kasus.
  5. Kecamatan Tulakan 69 kasus.
  6. Kecamatan Tegalombo 4 kasus.
  7. Kecamatan Bubakan 25 kasus.
  8. Kecamatan Arjosari 33 kasus.
  9. Kecamatan Ketrowonojoyo 3 kasus.

Hingga saat ini, masih dicari penyebab dari tersebarnya virus Hepatitis A di Pacitan. Pasalnya hepatitis A di Pacitan sudah melanda warga yang tinggal di 8 kecamatan dari 12 kecamatan yakni Kecamatan Sudimoro, Ngadirojo, dan Tulakan. Tiga area tersebut tercatat memiliki jumlah terbanyak warga yang terjangkit hepatitis A.

Pelacakan dilakukan pada 17 Juni lalu dan menemukan penyebab penularan Hepatitis A yang berasal dari air serta makanan yang terkontaminasi.

“Sampel air kami teliti juga. Ada bakteri e. Coli di dalamnya. Tapi hal itu bukan satu-satunya penyebab hepatitis A, kami masih melakukan investigasi soal makanan,” Eko menegaskan.

Sebagai bagian dari upaya penanggulangan hepatitis A, pembagian air bersih juga dilakukan untuk warga yang kekurangan air bersih. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Setyo Budiono.

“Ada pembagian air bersih buat warga yang membutuhkan dan kekurangan air bersih,” ujar Setyo dikutip dari liputan 6.

Warga juga diimbau memasak air sampai mendidih. Tujuannya agar bakteri e-Coli hilang. Setyo menambahkan, timnya masih dalam proses investigasi terkait makanan dari area mana saja yang dicurigai berpotensi menularkan virus hepatitis A.