Majalahayah.com, Jakarta – Akibat dari bekerja di rumah (WFH) akibat COVID-19, mulai berdampak pada pekerja sektor otomotif di Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Nissan dan Honda dikabarkan akan menabgjas pukuhab ribu pekerja yang ada di dua negara tersebut.

Mengutip Japan Today, Rabu (8/4), Nissan akan memangkas 10 ribu karyawan. 6.000 karyawan di antaranya bekerja di pabrik Nissan di Sunderland, Inggris dan sekitar 3.000 di Spanyol.

Nissan, sebelum pandemi corona di global sempat memangkas 12.500 pekerja atau kurang lebih 10 persen dari total tenaga kerja Nissan di global. Ini bagian dari restrukturisasi untuk mempertahankan keuangan perusahaan.

Selain di Inggris dan Spanyol, pekerja Nissan yang terdampak yaitu di pabrik Tennessee, tempat perusahaan membuat kendaraan jenis sedan dan kendaraan listrik. Kemudian di pabrik Mississippi, tempat Nissan memproduksi SUV dan kendaraan komersial.

Produksi pabrik Nissan di Inggris yang telah hentikan produksinya sejak 20 Maret sampai 6 April karena corona. Namun dikabarkan bahwa perusahaan memperpanjang masa penangguhan operasional pabrik sebab wabah corona belum mereda.

Nissan juga merumahkan karyawan didasari kesepakatan yaitu tidak dibayar (unpaid leave), namun mereka bakal menerima tunjangan.

Sementara itu Asian Nikkei melaporkan hampir semua pekerja pabrik Honda mobil di AS telah dirumahkan. Honda mempekerjakan 20 ribu orang, dan lebih dari 10 ribu orang dirumahkan hingga akhir April 2020.

Klaim perusahaan akan terus membayar gaji karyawan sampai 12 April, dan setelah itu mereka akan ditanggung oleh tunjangan pengangguran dari kota setempat.

Merek mobil asal AS General Motors (GM) bahkan memutuskan untuk menunda pembayaran 20 persen gaji untuk sekitar 69 ribu karyawannya di AS dan sejumlah negara lain.

Sementara Fiat Chrysler Automobiles berencana mengurangi gaji hingga 20 persen selama tiga bulan, meskipun perusahaan berencana bakal mengganti potongan gaji tersebut dalam waktu satu tahun.