Curah Hujan Tinggi, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana Alam

Curah Hujan Tinggi, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Bencana Alam

80
SHARE
BMKG

Majalahayah.com, Jakarta – Memasuki musim penghujan masyarakat diminta lebih waspada. Sebab bencana alam bisa saja terjadi seperti banjir, gelombang tinggi, hingga angin puting beliung.

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin menyatakan, kondisi ini harus diwaspadai berbagai wilayah utamanya Jabodetabek. Sebab, puting beliung dapat terjadi utamanya di Bulan Desember.

“Potensi puting beliung masih perlu diwaspadai selama bulan Desember ini, mengingat pertumbuhan awan jenis cumulonimbus ini masih cukup potensial,” ungkapnya kepada mengutip dari Jawapos, Kamis (06/12/2018).

Angin puting beliung masih berpotensi di kawasan Jabodetabek (Istimewa)

Baca juga :   Gempa Laut Jawa Bisa Dirasakan Dari Sumatera Hingga Bali

Seperti angin puting beliung yang baru saja terjadi di Kota Bogor. Menurutnya kondisi itu dapat terjadi karena adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus di wilayah Bogor dan sekitarnya, yang menyebabkan terjadinya hujan lebat yang disertai dengan angin kencang.

“Ciri khas puting beliung ini secara visual adalah adanya angin yang bermutar dan seperti keluar dari awan Cumulonimbus,” tuturnya.

Miming mengingatkan agar masyarakat di wilayah Jabodetabek dapat menghindari tempat-tempat yang berbahaya. Sebab, kondisi lingkungan saat puting beliung dapat memiliki dampak yang buruk.

“Lebih baik mewaspadai pohon besar yang terlihat sudah mulai rapuh, atau papan reklame dalam ukuran besar yang pondasi atau tiangnya sudah keropos, sehingga ketika ada angin kencang akan mudah roboh,” ujarnya.

Baca juga :   Kasus Kejahatan Seksual terhadap Anak, Prof.Dr. Nur Arif : Istilah Pedofil Salah

Seperti diketahui, hujan deras mengguyur kawasan Kota Bogor dan sekitarnya. Bahkan di beberapa wilayah dikabarkan terjadi angin puting beliung, pada Kamis (6/12) sore. Sehingga membuat sejumlah pohon tumbang.

Angin puting beliung tersebut melanda Jalan Raya Sukasari-Lawang Gintung, dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan. Menurut kesaksian warga, angin menerbangkan asbes rumah dan bangunan. Sejumlah kendaraan tertimpa pohon, seperti angkot yang sedang terparkir di bawah pohon.