Kapal Induk Cina, Liaoning, sumber: PLA

Majalahayah.com, Menurut laporan dari Australia Fairfax Media, Selasa, Pemerintah China telah melakukan pendekatan kepada pemerintah Vanuatu untuk membangun pangkalan militer secara permanen di negara kecil di kawasan Pasifik itu.

Rencana China itu dikhawatirkan akan meningkatkan ketegangan di kawasan Pasifik.

Fairfax Media yang mengutip sumber anonim, mengatakan bahwa pengajuan secara resmi memang belum disampaikan, tapi sudah dilakukan mengenai rencana membangun pangkalan militer di Vanuatu.

Rencana China untuk membangun pangkalan yang berdekatan dengan Australia itu sampai terdengar dan menjadi pembicaraan pada pejabat tingkat tinggi di Canberra dan Washington.

Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop, Selasa, mengatakan, ia telah diberi tahu pejabat Vanuatu bahwa belum ada proposal secara resmi yang disampaikan Beijing.

“Adapun pemerintah Vanuatu mengatakan bahwa tidak ada proposal itu, tapi adalah fakta bahwa China memang sedang gencar-gencarnya melakukan kegiatan investasi infrastruktur di seluruh dunia,” kata Bishop seperti yang dikutip radio Australia Broadcasting Corporation (ABC).

“Saya tetap berkeyakinan bahwa Australia adalah pilihan partner yang strategis bagi Vanuatu,” katanya.

Menurut laporan Fairfax Media, pembicaraan awal hanya berupa persetujuan untuk pemberian akses bagi kapal angkatan laut China yang akan naik dok untuk diperbaiki, mengisi bahan bakar dan menambah persediaan.

Kemudian pembicaraan pun berkembang kepada rencana untuk membangun pangkalan militer China secara penuh di Vanuatu.

Rencana tersebut akan menjadi pertanda bagi ekspansi militer China diluar kawasan Asia yang kontroversi, terutama di Laut China Selatan, dimana mereka sudah membangun pangkalan militer di pulau buatan.

Pemerintah China membangun pangkalan militer pertama di luar negeri pada Agustus 2017 di Djibouti, Afrika. Itulah pangkapan pertama Angkatan Laut China di luar negeri, tetapi Beijing beralasan pangkalan itu sebagai fasilitas logistik.

Posisi Djibouti yang berada di sisi Samudera India menimbulkan kekhawatiran India karena pangkalan tersebut bisa menjadi “rangkaian mutiara” aliansi militer dan aset yang mengelilingi India, Bangladesh, Myanmar dan Sri Lanka.

China telah meningkatkan kekuatan angkatan laut mereka dalam beberapa tahun terakhir ini untuk mengimbangi dominasi AS serta memainkan peranan lebih besar di seluruh dunia.