Formula 1

Formula 1

Tolak Pelindung Kokpit, Hamilton: Mobil Akan Semakin Berat

Majalahayah.com, Jakarta – Dalam beberapa waktu terakhir para pembalap yang turun di kejuaraan dunia Formula One (F1) memang terbagi menjadi dua kubu. peraturan Halo...

Meski Satu Tim, Bottas: Lewis Memiliki Ambisi Sendiri

Majalahayah.com, Jakarta – Valtteri Bottas rider Mercedes AMG Petronas, mengaku menargetkan tempat kedua di belakang rekan setimnya, Lewis Hamilton, dalam kejuaraan dunia Formula One...

Umumkan Pensiun, Karier Felipe Massa Akan Berakhir Pada GP 2017

Majalahayah.com, Jakarta – Felipe Massa, Pembalap Tim Williams, kembali mengumumkan pensiun dari Formula One (F1). Keputusan Massa untuk pensiun akan ia ambil pada akhir...

Jelang GP Brasil, Verstappen: Cuaca Kering Bukan Kekuatan Kami

Majalahayah.com, Jakarta – akan berlangsung dalam lintasan basah. GP Brasil akan berlangsung 12 November 2017 di Sirkuit Autódromo José Carlos Pace. Verstappen menyadari, timnya tidak akan...

Raih Pole Position, Hamilton: Ini Kerja Luar Biasa dari Tim

Majalahayah.com, Jakarta – Pembalap Mercedes AMG, Lewis Hamilton, mengaku puas dengan hasil balapan di GP Suzuka, Minggu (8/10/2017). Ia sukses keluar sebagai juara dan...

Meskipun Dianggap Tidak Kompetitif, Hamilton Berhasil Raih Pole Position

Majalahayah.com, Jakarta – Lewis Hamilton berhasil mengubah perspektif tim Mercedes yang menganggap jet darat yang dikendarainya tidak akan kompetitif di Sirkuit Suzuka. Pada sesi...

Terkait Sirkuit Sepang. Raikkonen: Kami Memiliki Mobil yang Bagus

Majalahayah.com, Jakarta – Pembalap Tim Mercedes, Kimi Raikkonen, Tampil apik  pada sesi latihan F1 Sepang. sepanjang akhir pekan ini kala melakoni sesi latihan bebas...

Tempati Posisi 7, Alonso: Hadiah Ulang Tahun Terindah

Majalahayah.com, Jakarta –Fernando Alonso selaku Pembalap McLaren, menilai keberhasilannya menempati urutan ketujuh menjelang balapan di Sikuit Hungaroring, menjadi sebuah hadial ulang tahun terindah baginya...

Ingin Pindah Dari Red Bull, Max Verstappen: Saya Ingin Dapatkan Mobil Terbaik Tak Peduli...

Majalahayah.com, Jakarta – Pembalap Red Bull, Max Verstappen, mengaku tidak mengesampingkan kepindahannya ke Ferrari atau Mercedes di masa depan. Ia mengaku akan mempertimbangkan seluruh...

Masa Depannya Belum jelas, Ferrari Tawari Vettel Kontrak Tiga Tahun Kedepan

Majalahayah.com, Jakarta – Pembalap Ferrari, Sebastian Vettel, kabarnya telah ditawari kontrak berdurasi tiga tahun seharga USD138,5 juta atau seharga Rp1,8 triliun untuk menetap bersama...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) akan menggelar Muktamar Ke XIII di kota Mataram Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam agenda acara Muktamar dari tanggal 26 - 30 November 2017 ini, rencananya akan di hadiri oleh Ketua MPR RI Zulkfili Hasan, Wakil Ketua DPR RI Fahri, Kapolri Jenderal (Pol) Prof. Muhamad Tito Karnavian PhD, Menpora Imam Nahrowi, Gubernur NTB TGB Zainul Majdi, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh dan undangan lainnya. Presiden Jokowi sendiri juga di agendakan namun belum terkonfirmasi terkait jadwal. Dari pembahasan di tingkat 'stering comitte' salah satu poin pembahasan penting yang nanti di putuskan Muktamirin adalah terkait persoalan kebangsaan yakni posisi NKRI dan Pancasila. No Bagi GPII, NKRI dan Pancasila adalah kesepakatan agung bangsa oleh 'Founding Fathers' sehingga perlu di jaga dan di pertahankan selama republik ini berdiri. Bahasa anak mudanya NKRI dan Pancasila adalah harga mati. Keislaman dan Keindonesian bagi kader GPII adalah seperti dua koin mata uang, sesuatu yang tak bisa di pisahkan satu sama lain. Para senior GPII telah membuktikannya seperti mosi Integral M. Natsir (salah satu pendiri GPII) yang mengajukan mosi Integral NKRI saat Indonesia sedang menganut sistim serikat pada dekade tahuan 50 an. Semboyan GPII selama ini akan terus di pertahankan dan di bumikan ke suluruh kader GPII se Indonesia yakni 'Islam Yes NKRI Yes' Radikalisasi masa dan benturan opini seolah olah memisahkan Islam dan Nasionalis belakangan terjadi hanya sebuah kompetisi politik di tingkat lokal (Pilkada) bukan sebah pertarungan ideologi. Karena Islam dan Nasionalis sudah terbukti selalu bersama-sama mendirikan dan membangun bangsa Indonesia selama ini. GPII memandang kebhinekaan adalah sunatullah dan rahmat Allah bagi Indonesia karena Rasulullah pun bersabda, perbedaan adalah rahmat. Indonesia tak akan runtuh karena perbedaan tapi justru semakin kuat karena masing-masing saling melengkapi dan menguatkan Seperti di ketahui, GPII di dirikan pada tanggal 02 Oktober 1945 oleh sejumlah tokoh saat itu antara lain Buya Natsri, KH Wahid Hasyim, M. Natsir, Anwar Cokroaminoto dan lain lain. GPII di dirikan dengan dua tujuan utama yaitu ikut mempertahankan kemerdekaan dan mensyiarkan Da’wah Islam Sebagai sebuah nilai dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.