Pojok Ayah

Pojok Ayah

Putus Mata Rantai Thalassemia, Pustika Amalia : Calon Pasangan Wajib Lakukan Skrining

Majalahayah.com, Jakarta - Menyampaikan bahwa Thalassemia bukanlah penyakit menular melalui kontak secara fisik dan virus, Dokter Pustika Amalia Wahidiyat, SpA(K) menyatakan bahwa Thalassemia lahir...

Pengobatan Thalassemia Mayor Tergolong Mahal, Penderita Banyak yang Putus Sekolah

Majalahayah.com, Jakarta - Penderita Thalassemia Mayor, Intermedia dan Minor (Pembawa Sifat) sampai saat ini belum bisa disembuhkan. Tak heran jika pengobatan Thalassemia Mayor dan...

DKI Jakarta Tertinggi Penderita HIV/AIDS, KPPPA Himbau Orang Tua Mampu Rangkul OHIDA

Majalahayah.com, Jakarta – Human Immunodeficiency Virus atau akrab disapa HIV/AIDS bukan lagi menjadi masalah nasional. Mengetahui jumlah penderita yang semakin meningkat dari tahun ketahun,...

Peringati Hari Tanpa Tembakau, LPAI Himbau Agar Rokok Jadi Bagian Zat Adiktif 

Majalahayah.com, Jakarta - Tanggal 31 Mei akan dirayakan dunia sebagai Hari Tanpa Tembakau. Namun ironisnya, menurut Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) ada beberapa ilustrasi...

KPAI : Hasil Ujian Nasional 2018 Anjlok, Kemendikbud Harus Evaluasi Kebijakan UN 

Majalahayah.com, Jakarta - Sehubung dengan “anjloknya” hasil Ujian Nasional (UN) tahun 2018 sudah seharusnya menjadi momentum bagi Kemeterian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk melakukan...

Maraknya Kasus Kekerasan, KPPPA Nilai Sekolah Ramah Anak Merupakan Keharusan

Majalahayah.com, Jakartai – Maraknya kasus kekerasan di lingkungan sekolah acap kali menimbulkan keresahan pada orangtua. Seperti kekerasan fisik, perundungan atau bullying. Padahal, sekolah menjadi...

Strategi Bisnis Cerdas dan Barokah ala Sahabat Usman bin Affan RA

Majalahayah.com - Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah  kering sepanjang tahun. Sumur...

Perkembangan Ekonomi Desa, Kemenristekdikti : Inkubis Bantu Perusahaan Pemula Teknologi

Majalahayah.com, Jakarta - Pemerintah memberi bantuan dan bimbingan bagi lembaga Inkubator bisnis (Inkubis) dari perguruan tinggi dan Kawasan Sains dan Teknologi (KST) atau Science...

Indonesia Unggul Tentang Pendidikan Anak Usia Prasekolah, Ini Faktanya

Majalahayah.com, Jakarta - Pada tahun 2017, Benesse Educational Research and Development (BERD) Institute milik Benesse Corporation yang merupakan perusahaan pelayanan pendidikan di Jepang, mengadakan...

Akun Twitter Jokowi Salah Posting, Ini Dua Usulan Komunikonten Untuk Pihak Medsos

Majalahayah.com, Jakarta - Akun twitter resmi Presiden Joko Widodo (@jokowi) ramai dibicarakan karena mengunggah cuitan tentang kelompok musik JKT48 pada Rabu 16 Mei 2018....

Baca juga :

Majalahayah.com, Ditengah kicauan Korea Utara dan AS terkait perang nuklir, sebuah studi oleh 38 North, dalam yang dijalankan oleh Sekolah Tinggi Internasional John Hopkins University telah mengungkapkan konsekuensi dari serangan nuklir yang diluncurkan oleh Korea Utara terhadap tetangganya.   Dalam laporan Michael J. Zagurek Jr yang dilansir dari RT Question More tersebut memperkirakan, jika Korea Utara menyebarkan senjata nuklirnya di Seoul dan Tokyo, jumlah korban tewas bisa mencapai 2,1 juta, dengan sekitar 8 juta orang terluka.   Zagurek yang memperkirakan Pyongyang dengan persenjataan nuklir 25 hulu ledak menghitung apa yang akan terjadi jika pemimpin Kim Jong-un memutuskan untuk meluncurkan semuanya di Seoul dan Tokyo, karena Jepang dan Korea Selatan adalah sekutu utama AS.    Meski begitu, penulis laporan tersebut memperkirakan "tidak semua 25 hulu ledak rudal nuklir Korea Utara akan meledakkan target mereka,".  Zagurek memberikan perkiraan tingkat korban dari 20 persen, 50 persen dan 80 persen rudal yang menyerang sasaran mereka. Menurut perkiraan tertinggi, 2,1 juta orang akan terbunuh dan 7,7 juta lainnya terluka.   Sementara itu, situasi di Semenanjung Korea diperparah oleh Korea Utara dan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya. Pyongyang telah melakukan sejumlah uji coba nuklir dan peluncuran rudal, sementara Amerika Serikat terus melakukan latihan gabungan dengan Korea Selatan dan Jepang.   Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin juga mengatakan bahwa jika seseorang memutuskan untuk menyerang Korea Utara dalam "serangan yang melelahkan,"akibatnya akan tidak pasti karena "tidak ada yang tahu pasti di mana."   Washington sebelumnya mengatakan bahwa mereka hanya akan berbicara dengan Pyongyang tentang membawa pulang orang-orang Amerika yang ditahan di Korea Utara. "Di luar itu, tidak akan ada pembicaraan dengan Korea Utara saat ini," pungkas Sarah Sanders, juru bicara White House.