Pojok Ayah

Pojok Ayah

BPOM : Generasi Milenial Rentan dengan Peredaran Kosmetik Ilegal

Majalahayah.com, Jakarta - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menyelenggarakan Kampanye Bahaya Kosmetik Mengandung Bahan dilarang atau Berbahaya untuk Generasi Milenial pada Senin 13...

468 Sekolah di Lombok Rusak, KPAI Himbau Utamakan Sekolah Darurat dalam Pemenuhan Hak Anak

Majalahayah.com, Jakarta - Gempa Lombok selama beberapa hari terakhir membuat ancaman baru bagi keberlangsungan proses pembelajaran di berbagai sekolah. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)...

Duduki Peringkat 6 di Dunia, Gula Darah Bukan Satu-Satunya Faktor Penyakit Diabetes

Majalahayah.com, Jakarta - Angka penyandang diabetes (diabetesi) di Indonesia terus meningkat dalam setiap tahun. Menurut data IDF Diabetes Atlas pada 2015, tercatat Indonesia menempati...

Sistem Zonasi, Saat Ramai-Ramai Jadi Miskin untuk Sekolah Berkualitas

Majalahayah.com, Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2018 menerapkan sistem zonasi di Penerimaan Perserta Didik Baru (PPDB) pada jenjang Sekolah Menengah...

Belum Ketahui Kandungan Vaksin MR, Kemenkes Tetap Lakukan Imunisasi

Majalahayah.com, Jakarta - Mengetahui vaksin Measles dan Rubella (MR) diimpor dari Serum Isntitute of India (SII), Menteri Kesehatan Nila F Moeloek mengaku tidak mengetahui...

Sertifikasi Halal Vaksin MR Perlu Waktu Panjang, KPAI : Hak Anak Wajib Dipenuhi

Majalahayah.com, Jakarta - Terkait sertifikasi halal dalam vaksin Measles Rubella (MR), Komisioner bidang Kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sitty Hikmawaty tegaskan hak pemenuhan...

KAMMI : Dana BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Harus Izin ke Buruh

Majalahayah.com, Jakarta - Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PP KAMMI) meminta pemerintah tidak sembarangan menggunakan dana BPJS Ketenagakerjaan untuk pembangunan infrastruktur. KAMMI...

MUI Minta Kemenkes Hentikan Sementara Vaksin MR karena Belum Ada Sertifikasi Halal

Majalahayah.com, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan Vaksin Measles (M) dan Rubella (R) belum mendapatkan sertifikat halal. Vaksin MR yang terdiri dari tiga...

Muhammadiyah Siapkan LPH untuk Bantu UMKM

Majalahayah.com, Jakarta - Menyambut akan diberlakukannya Undang-Undang No.33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (UU JPH) yang harus berlaku pada Oktober 2019, Muhammadiyah telah...

IDI Nilai 3 Aturan Baru BPJS Berpotensi Turunkan Mutu Layanan Dokter

Majalahayah.com, Jakarta - Terkait tiga aturan baru yang berisi tentang pembatasan jaminan pada kasus katarak, bayi baru lahir dan rehabilitasi medik, yang tercantum dalam...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Partai Golkar mengklaim menjadi salah satu parpol yang paling banyak memenangi Pilkada serentak 2018. Karena, calon yang diusung Golkar menang dengan rasio 58,82 persen. Dari 17 provinsi yang menggelar Pilgub, ada 10 pasangan calon yang diusung Golkar memenangkan pertarungan berdasarkan hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei dan internal Golkar. Hal tersebut diungkapkan Sekjen Partai Golkar, Lodewijk F Paulus di kantor DPP Golkar, Jakarta, Jumat (29/6/2018). "Dari data yang kami peroleh baik dari quick count, real count maupun informasi langsung dari jajaran partai di daerah pada Pilgub yang diselenggarakan di 17 provinsi, calon yang diusung oleh Partai Golkar berhasil menang di 10 provinsi atau ekuivalen dengan 58,82 persen," ujarnya. Secara nasional, dari 171 daerah yang menggelar Pilkada, Golkar menang di 91 titik. Pencapaian ini, kata Loedwijk, membanggakan dan membahagiakan pengurus Partai Golkar. Capaian ini di anggapnya berkat kerja keras pengurus partai baik di pusat maupun daerah. "Kita melihat ada sesuatu yang menggembirakan. Ada 10 daerah dimana calon yang diusung Golkar menang dengan akumulasi perolehan suara di rata-rata di atas 50 persen," katanya. Ia menyebutkan di Sumatera Utara dari 9 Pilkada, Golkar menang di 7 titik atau setara 78 persen. Di Sulawesi Selatan, Golkar menang di 10 titik dari 13 Pilkada atau 76,92 persen. Dari 4 Pilkada di Banten, Golkar menang di tiga wilayah atau 75 persen. "Kemudian Kalimantan Selatan 4 Pilkada kita menang 3 atau setara dengan 75 persen. Kemudian Kalimantan Barat dari 6 kita memenangkan 4 atau setara dengan 67 persen," ucapnya. Sedangkan di NTT, dari 11 Pilkada yang berhasil dimenangkan di 7 titik atau 63,63 persen. Di Papua dari 8 Pilkada, Golkar menang di 5 titik atau 62,50 persen; dari 11 Pilkada di Kalimantan Tengah calon Golkar menang di 7 titik atau 61 persen; sementara di Sumatera Barat dari 4 Pilkada menang 2 titik atau 50 persen dan Jawa Timur menang 9 titik dari 19 Pilkada atau 47,27 persen. "Tentunya hasil sementara ini masih bisa berkembang karena pertama, hasil-hasil yang terkait dengan hasil-hasil perolehan yang masih ada batas error margin sekitar dua sampai tiga persen tentunya masih dipermasalahkan," ungkapnya.