Nasional

Nasional

Pembullyan Guru di Kendal, KPAI : Siswa Harus Direhabilitasi

Majalahayah.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengusulkan agar para siswa pelaku perundungan (bullying) terhadap guru di Kabupaten Kendal diberikan rehabilitasi psikologis. Itu agar...

Mulai Digunakan Akhir November, Berikut Alasan Peluncuran Kartu Nikah

Majalahayah.com, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan bahwa peluncuran kartu nikah tak menggantikan fungsi buku nikah. "Jadi disini ada misleading. Intinya adalah kementrian...

Kembali Longsor Menelan Korban, 3 Tewas di Negekeo NTT

Majalahayah.com, NTT - Bencana longsor terus mengancam masyarakat seiring meningkatnya curah hujan. Pada tahun 2015-2017 longsor adalah bencana yang paling mematikan. Artinya bencana longsor...

Ini Kriteria dan Syarat Meraih Program Beasiswa Santri dari Kemenag

Majalahayah.com, Jakarta – Kementrian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) telah meresmikan Program Beasiswa Santri bersama Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) Kementrian Keuangan RI untuk...

Peningkatan SDM Ponpes, Kemenang Launching Program Beasiswa Santri

Majalahayah.com, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menyelenggarakan Talkshow dan Launching Peluncuran Program Beasiswa Santri Jenjang Magister dan Doktoral yang terlaksana di...

Duduk Bersama, Tim Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi Sampaikan Harapan kepada KPAI

Majalahayah.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melakukan pertemuan dengan tim kampanye pasangan nomor urut satu calon wakil presiden Joko Widodo-calon wakil presiden...

Hari Kesehatan Nasional, Nasib Pekerja Sektor Kesehatan Masih Terabaikan

Majalahayah.com, Jakarta - Memperingati Hari Kesehatan Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 November 2018, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Farmasi dan...

Ini Sejarah Panjang dan Kontroversi Perayaan Hari Ayah

Majalahayah.com, Jakarta -  Di Indonesia, tak banyak yang tahu Hari Ayah jatuh tiap 12 November. Walau tak sepopuler hari Ibu, Hari Ayah tetap dirayakan oleh...

Hijrah Fest Dibanjiri Generasi Milenial, UAS Ungkapkan Rasa Takjub

Majalahayah.com, Jakarta - Penyelenggaraan Hijrah Fest 2018 yang terlaksana di JCC Senayan, Jakarta, pada Ahad 11 November 2018 telah membuat Ustadz Abdul Somad (UAS)...

Video Guru di Bully Para Murid, KPAI : Alasan Hanya Guyonan Tidak Bisa di...

Majalahayah.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menerima kiriman berupa foto dan video yang menggambarkan dugaan kekerasan sejumlah siswa terhadap gurunya di SMK...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Badan SAR Nasional memprediksi banyak korban masih berada di dalam pesawat Lion Air JT610 tujuan Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Karawang Jawa Barat. "Saya perkirakan banyak korban yang masih di dalam pesawat," kata Direktur Operasional dan Latihan Basarnas Birgadir Jenderal Marinir Bambang Suryo Aji kepada pers di kantor Basarnas Jakarta, Senin (29/10/2018). Dia menduga hal tersebut dikarenakan proses pencarian yang dilakukan sejak pagi hingga sore hari di sekitar titik lokasi jatuhnya pesawat hanya menemukan beberapa potongan puing pesawat dan sejumlah potongan tubuh korban yang mengapung di permukaan air. "Oleh karenanya Basarnas harus segera mencari posisi kapal tersebut untuk dilaksanakan penyelaman. Karena sangat memungkinkan sekali kedalamannya untuk kita lakukan penyelaman," kata Suryo. Dia mengatakan saat ini tidak ada kendala sama sekali dalam proses pencarian korban dan bangkai pesawat berjenis Boeing 737 MAX 8 itu. Baik arus bawah laut, cuaca, dan kedalaman 30-35 meter dari permukaan masih sangat memungkinkan untuk dilakukan evakuasi dengan penyelaman. Suryo mengatakan Basarnas telah mengerahkan 40 personil Basarnas Special Group dan akan menambah personil lagi dari kantor SAR Semarang dan Lampung. "Seluruh personel basarnas 150 nanti kita tambah lagi dari kantor SAR Semarang maupun Lampung juga bergerak. Ditambah dari TNi AL baik dari Kopaska maupun Marinir untuk membantu," kata dia. Untuk saat ini pencarian diutamakan untuk mengetahui lokasi tepatnya bangkai pesawat di dalam air dengan menggunakan beberapa alat pendeteksi dan robot ROV yang bisa dikendalikan dari jarak jauh. Kapal hidro-oseanografi milik TNI yaitu KRI Rigel 933 dan kapal dari BPPT juga dikerahkan untuk mendeteksi bangkai pesawat di dasar laut.