Nasional

Nasional

Tak Perlu Impor, Buwas : Hingga Juni 2019, Cadangan Beras Pemerintah Aman

Majalahayah.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan hingga Juni 2019 cadangan beras pemerintah masih aman. Dirinya pun menegakan tidak perlu lagi melakukan...

Tempuh Langkah Hukum, Kuasa Hukum TGB Tantang Tempo Lakukan Hal Ini

Majalahayah.com, Jakarta - Kuasa hukum TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) menyatakan Majalah Tempo yang terbit pada Senin, 17 September 2018 dan...

KPAI : Anak Jadi Korban Ekspoitasi Seksual Melalui Modus Terapi Pijat Plus

Majalahayah.com, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyampaikan dalam satu minggu di bulan September 2018 sudah ada 5 anak menjadi korban ekploitasi secara...

PEPADI : Nilai Wayang Jadi Pembentuk Budi Pekerti Generasi Milenial

Majalahayah.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo sudah menyampaikan visi ekonomi Indonesia pada tahun 2020 ialah mewujudkan Indonesia sebagai "The Digital Energi...

Relawan Jokowi Laporkan Oknum Mahasiswa Riau

Majalahayah.com, Riau - Ketua Relawan Jokowi Center Indonesia (RJCI) Provinsi Riau, Raya Deswanto, melaporkan sejumlah oknum mahasiswa Universitas Islam Riau ke polisi karena dinilai...

Meningkat Tiap Tahun, Menteri Agama Sebut Banyak Perceraian yang Direncanakan

Majalahayah.com, Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin prihatin angka perceraian meningkat setiap tahun, menyebut pergeseran makna dan nilai mengenai pernikahan dan perceraian sebagai...

90 Tahun Nasyiatul Aisyiyah Eksis Berkarya Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan

Majalahayah.com, Jakarta - "Berkarya untuk Tingkatkan Kualitas Hidup Perempuan" adalah tema acara Refleksi Milad Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang ke 90 tahun...

Busyro : Pentingnya Keterlibatan Perempuan dalam Membangun Bangsa

Majalahayah.com, Jakarta - Tak hanya dalam ruang lingkup keluarga, perempuan turut serta mempunyai kekuatan besar dalam membangun bangsa. Seperti halnya gerakan perempuan Muhammadiyah Nasyiatul...

KPPPA : Tingkatkan Pembangunan Kota Layak Anak di Asia Pacific

Majalahayah.com, Jakarta - Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N Rossalin bekesempatan menjadi salah satu pembicara...

Banyak Permintaan, Program Hapus Tato Sambangi Sumatera

Majalahayah.com, Sumatera - Semenjak bergulirnya program mulia ini banyak sekali permintaan dan harapan dari masyarakat yang ingin menghapus tato. Kota-kota besar di seluruh nusantara...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Kasus prostitusi anak kembali terjadi di tanah air, tepatnya di Meulaboh, Aceh Barat. J, anak perempuan berusia 15 tahun menjadi korban prostitusi hingga hamil dengan tersangka sepasang suami istri berinisial Ew (43) dan Ek (38). Mengetahui hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( KPPPA ) mengecam kembalinya kasus prostitusi anak dan meminta agar pelaku dapat diberikan hukuman berat dan memberikan ganti rugi (restitusi) bagi korban. Kasus ini merupakan bentuk kejahatan eksploitasi seksual pada anak yang tergolong berat. KPPPA menekankan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memahami dan mengajarkan kepada sesama bahwa, siapa saja yang melakukan hubungan seksual dengan anak, apapun alasannya baik suka sama suka, atau secara terpaksa karena adanya masalah ekonomi, dengan unsur penipuan atau kekerasan seksual akan dikenakan pidana sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak No 35 tahun 2014 atau perdata berupa denda ganti rugi (restitusi) bagi korban. Kementerian  kepada seluruh calon orang tua, harus memiliki kondisi yang siap baik secara biologis, sosial maupun ekonomi ketika akan memiliki dan mengasuh anak, sehingga kejadian eksploitasi anak seperti ini baik dalam eksploitasi ekonomi maupun sosial bisa dicegah bersama. Mirisnya, ada kasus prostitusi lainnya yang juga terjadi di Aceh dengan korban 7 perempuan berinisial Ay (28), MJ (23), RM (23), CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23). Pelaku diketahui merupakan seorang laki-laki berinisial AN. Saat ini para pelaku prostitusi baik online maupun anak telah ditangkap dan sedang diproses secara hukum. KPPPA telah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Prov. Aceh dan P2TP2A Prov. Aceh, dalam menangani mengawal perkembangan dua kasus ini, selain itu memberikan penanganan rehabilitasi dan trauma healing bagi 7 korban perempuan dan satu korban anak yang diketahui dalam kondisi hamil. KPPPA mengapresiasi langkah cepat Komisi Perlindungan Anak Aceh dan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dalam menangani kasus prostitusi anak ini, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam melindungi anak yang mendukung program KPPPA, yaitu Bersama Lindungi Anak (Berlian), serta memberikan pelayanan Perlindungan Anak. “Saya berharap agar kasus serupa dengan korban 7 perempuan dapat segera dituntaskan dan mendapatkan penanganan yang maksimal hingga tuntas. Peran masyarakat begitu penting dalam mencegah kasus prostitusi seperti ini terjadi lagi, semoga di daerah lain masyarakat bersinergi untuk bersama lindungi perempuan dan anak disekitar kita,” Pungkas Menteri Yohana.