Nasional

Nasional

Raung Puisi dari Pendopo Gubernuran Hingga Kebun Teh Kepahiyang

Majalahayah.com, Jakarya - Pukul menunjukkan 19:20 WIB saat tiga bis Pemerintah Daerah (Pemda) Bengkulu meluncur dari sebuah hotel, membelah malam. Sekitar sekitar 10 menit...

Global Qurban Ajak Masyarakat Berkurban untuk Bangsa dan Dunia

Majalahayah.com, Jakarta - Setiap tahunnya, perayaan Iduladha selalu membawa serta spirit meraih takwa dan membahagiakan sesama. Ibadah kurban menjadi momen umat muslim untuk semakin...

Kepolisian Janji Tangkap Pelaku Teror Bom Molotov di Rumah Mardani

Majalahayah.com, Jakarta - Mabes Polri merespon aksi teror yang terjadi kepada Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, yang terjadi Kamis (19/07/2018)...

Kapal Nelayan Karam Dihempas Ombak Besar di Jember, Berikut Data Korban Jiwa

Majalahayah.com, Jember - Saat ini gelombang Samudera Hindia di selatan Jawa tinggi dan ganas sehingga memberikan dampak bagi nelayan, daerah wisata dan kawasan pesisir...

Kurangi 50 Persen Kemacetan, IPW : Penerapan Ganjil Genap Blessing In Disguise

Majalahayah.com, Jakarta - Penerapan genap ganjil (Gega) bagi mobil di jalanan Jakarta menjelang Asian Games menurut Ind Police Watch (IPW) adalah blessing in disguise...

Mendikbud : Sistem Zonasi Strategi Pemerataan Akses Mutu dan Pendidikan

Majalahayah.com, Jakarta – Sesuai peraturan Permendikbud Nomor 14 tahun 2018 tentang Penerimaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2018 telah dibuka di beberapa daerah dan...

Agum Gumelar Sebut Teknologi Bisa Seret Anak Muda Menuju Tindakan Negatif

Majalahayah.com, Jakarta - Perkembangan teknologi digital yang demikian pesat dan telah menjadi fenomena global sehingga mempengaruhi semua sektor kehidupan, hal ini disampaikan oleh Agum...

Rumah Mardani Ali Diteror Bom Molotov, Berikut Kronologisnya

Majalahayah.com, Jakarta - Rumah Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera dikabarkan diteror bom molotov, Kamis (19/7/2018), setelah sholat Subuh. Mardani sendiri mengkonfirmasi adanya kabar tersebut....

Hadapi Perkembangan Digital, Susanto : Pentingnya Penanaman Karakter Terhadap Anak

Majalahayah.com, Jakarta - Seiring dengan pesatnya dunia digital dewasa ini, proses stimulasi karakter anak, mendapat tantangan serius. Seperti halnya yang dipaparkan oleh Susanto selaku...

Pemuda Muhammadiyah Dorong Pemerintah Galakkan Literasi Media

Majalahayah.com, Jakarta - Menyikapi dampak negatif penggunaan internet dan fenomena kegilaan bermedia sosial di kalangan generasi muda bangsa Indonesia, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menghimbau...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan program penggalangan dana untuk mendukung perjuangan politiknya dan Partai Gerindra di Pilkada Serentak dan Pilpres 2019. Pengumuman itu disampaikan Prabowo melalui akun twitter dan facebook pribadinya pada Kamis (21/06/2018). Prabowo mengatakan sistem ekonomi saat ini membuat biaya politik menjadi tinggi. Hal ini membuat banyak calon-calon pemimpin mencari penyandang dana. Padahal, belum tentu penyandang dana itu memiliki kesetiaan untuk bangsa dan negara. "Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung dari pendukung-pendukung saya dan pendukung Gerindra. Saudara-saudara saya namakan program ini program galang perjuangan," kata Prabowo. Donasi tersebut, tambah Prabowo, akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas politik saat Pemilu berlangsung. Seperti untuk membayar saksi-saksi di tempat pemungutan suara, sampai kegiatan blusukan calon kepala daerah atau kader Gerindra ke desa-desa. "Kita butuh juga butuh biaya untuk membayar makan saksi-saksi kita nanti pada hari pencoblosan," ujarnya. Menanggapi pernyataan Prabowo pengamat politik, Jeirry Sumampow merasa, tidak masalah dengan adanya penggalangan dana yang dilakukan Ketua Partai Gerindra tersebut. Karena, penggalangan ini merupakan bentuk dukungan masyarakat. "Ya saya kira sebetulnya kan mestinya begitu ya. Karena penggalangan partisipasi masyarakat itu juga bagian penggalangan dukungan dana dari masyarakat. Itu juga bagian dari proses masyarakat ikut berpartisipasi," jelasnya kepada Majalahayah, di kawasan Cikini, Jumat (22/06/2018). Tapi menurutnya, harus ada transparansi dalam penggalangan donasi tersebut. Karena katanya berkaitan dengan dana masyarakat. "Tetapi kan memang harus dibuat mekanisme untuk pertangung jawaban. Dana itu dana masyarakat, harus ada mekanisme pertangung jawaban disamping mungkin ada audit," ujarnya Jeirry menjelaskan, akan tidak tepat jika itu di lakukan oleh pribadi. Namun, dalam kasus ini masih belum terlihat apakah ini dilakukan oleh pribadi atau partainya. "Menurut saya boleh, artinya kalau digunakan secara pribadi kurang cocok lah. Sebaiknya di buat oleh tim dengan tetap menggunakan sosok atau figur itu sebagai iconnya. Orang mau menyumbang itu karena suka terhadap satu orang, ingin dia menjadi presiden. Dalam rangka itu dia menyumbang ya boleh, malah begini yang semestinya yah," katanya. Sebaiknya, tambah Jeirry, harus di perjelas kepada siapa Prabowo melakukan penggalan dana tersebut. Karena, ini akan menentukan mekanisme dalam memproses dananya. "Karena ini ga jelas apakah sebagai partai atau pribadi, sehingga agak sulit di awasi. Karena prabowo kan belum menjadi calon masih menjadi bakal calon, yang pasti dia sekarang adalah ketua partai sehingga kalau ada penggalangan dana dari publik seperti ini, ini harus jelas. Dia sebagai partai harus masuk ke rekening partai. Sehingga ada proses dan mekanisme yang berlaku disana termasuk pengawasan," pungkasnya.