Inspiratif

Inspiratif

Pesan Ustadzah Herni untuk Menjaga Akhlakul Karimah Sebagai Muslimah Milenial

Majalahayah.com, Depok - Generasi Milenial dikenal baik dengan karakteristik connected dan confidence yang kuat di masyarakat khususnya di media sosial. Disampaikan oleh Ustadzah Herni...

Raih Perak Estafet 4X100 Meter, CdM Indonesia : Zohri Dkk Harus Dijaga untuk Olimpade...

Majalahayah.com, Jakarta - Gemuruh di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) memuncak setelah empat pelari Indonesia yang terdiri dari Lalu Muhammad Zohri, Bayu Kertanegara, Eko...

Andien : Karya Seni Anak Berkebutuhan Khusus Menakjubkan

Majalahayah.com, Jakarta - Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) selalu mempunyai prespektif yang berbeda-beda penuh warna. Banyak orang tua terlebih masyarakat mengeluhkan sikap dan sifat ABK...

Ustadz Adi Hidayat : Apa itu Nasib?

Majalahayah.com - Perjalanan hidup sering menemui pilihan-pilihan yang harus diambil keputusan, yang mana tak semua sesuai harapan. Rencana dan tujuan yang sudah ditetapkan banyak...

Terjerat Masalah Kehidupan, Ini Nasehat Umar bin Khaththab RA

Majalahayah.com -  Tidak ada masalah dengan masalah, karena masalah akan selalu ada selama hidup di dunia, yang mana semuanya telah terjadi dengan izin Allah....

Skala Prioritas, Seberapa Kita Prioritaskan Allah?

Majalahayah.com - Berbagai kebutuhan hidup memberikan pilihan dan tuntutan seolah ingin dituntaskan semua bahkan ingin digapai semua. Dari sekian banyak pilihan hal yang harus...

Dari Hati, Perbaiki Diri Kita Dulu

Majalahayah.com - Setiap waktu orang disibukkan dengan berbagai hal, dan terlibat berbagai masalah juga. Dari sini banyak yang gamang, galau dan kebingungan harus dari...

Istiqomah Pemuda Ideal

Majalahayah.com - Salah satu cara kita untuk menambah iman, menguatkan hati, mengutuhkan pemahaman tentang syariat Islam adalah dengan memperhatikan kisah-kisah tentang orang-orang  yang sholeh....

Kriteria Pasangan Ideal Menurut Ustadz Salim A Fillah

Majalahayah.com - Dalam suatu kajian ustadz Salim A Fillah mendapatkan pertanyaan dari jamaahnya mengenai pasangan mana yang ideal yang jadi rekomendasi ustadz. Untuk menjawab...

Seri Kajian Hijrah : Angan dan Realita (Part 2)

Majalahayah.com - Lanjutan seri kajian sebelumnya (Part 1). Jadi wajah-wajahnya yang sudah lama kajian, ustadz-ustadznya kelihatannya tenang-tenang saja, padahal banyak masalah. Nabi berkata dalam Hadist...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Kasus prostitusi anak kembali terjadi di tanah air, tepatnya di Meulaboh, Aceh Barat. J, anak perempuan berusia 15 tahun menjadi korban prostitusi hingga hamil dengan tersangka sepasang suami istri berinisial Ew (43) dan Ek (38). Mengetahui hal tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ( KPPPA ) mengecam kembalinya kasus prostitusi anak dan meminta agar pelaku dapat diberikan hukuman berat dan memberikan ganti rugi (restitusi) bagi korban. Kasus ini merupakan bentuk kejahatan eksploitasi seksual pada anak yang tergolong berat. KPPPA menekankan kepada seluruh masyarakat untuk dapat memahami dan mengajarkan kepada sesama bahwa, siapa saja yang melakukan hubungan seksual dengan anak, apapun alasannya baik suka sama suka, atau secara terpaksa karena adanya masalah ekonomi, dengan unsur penipuan atau kekerasan seksual akan dikenakan pidana sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak No 35 tahun 2014 atau perdata berupa denda ganti rugi (restitusi) bagi korban. Kementerian  kepada seluruh calon orang tua, harus memiliki kondisi yang siap baik secara biologis, sosial maupun ekonomi ketika akan memiliki dan mengasuh anak, sehingga kejadian eksploitasi anak seperti ini baik dalam eksploitasi ekonomi maupun sosial bisa dicegah bersama. Mirisnya, ada kasus prostitusi lainnya yang juga terjadi di Aceh dengan korban 7 perempuan berinisial Ay (28), MJ (23), RM (23), CA (24), DS (24), RR (21), dan IZ (23). Pelaku diketahui merupakan seorang laki-laki berinisial AN. Saat ini para pelaku prostitusi baik online maupun anak telah ditangkap dan sedang diproses secara hukum. KPPPA telah berkoordinasi dengan Dinas PPPA Prov. Aceh dan P2TP2A Prov. Aceh, dalam menangani mengawal perkembangan dua kasus ini, selain itu memberikan penanganan rehabilitasi dan trauma healing bagi 7 korban perempuan dan satu korban anak yang diketahui dalam kondisi hamil. KPPPA mengapresiasi langkah cepat Komisi Perlindungan Anak Aceh dan Kepolisian Daerah (Polda) Aceh dalam menangani kasus prostitusi anak ini, sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam melindungi anak yang mendukung program KPPPA, yaitu Bersama Lindungi Anak (Berlian), serta memberikan pelayanan Perlindungan Anak. “Saya berharap agar kasus serupa dengan korban 7 perempuan dapat segera dituntaskan dan mendapatkan penanganan yang maksimal hingga tuntas. Peran masyarakat begitu penting dalam mencegah kasus prostitusi seperti ini terjadi lagi, semoga di daerah lain masyarakat bersinergi untuk bersama lindungi perempuan dan anak disekitar kita,” Pungkas Menteri Yohana.