Inspiratif

Inspiratif

Kriteria Pasangan Ideal Menurut Ustadz Salim A Fillah

Majalahayah.com - Dalam suatu kajian ustadz Salim A Fillah mendapatkan pertanyaan dari jamaahnya mengenai pasangan mana yang ideal yang jadi rekomendasi ustadz. Untuk menjawab...

Seri Kajian Hijrah : Angan dan Realita (Part 2)

Majalahayah.com - Lanjutan seri kajian sebelumnya (Part 1). Jadi wajah-wajahnya yang sudah lama kajian, ustadz-ustadznya kelihatannya tenang-tenang saja, padahal banyak masalah. Nabi berkata dalam Hadist...

Cinta Masa Gitu? Inilah Cinta Sesungguhnya

Majalahayah.com - Hidup begitu indah jika dengan cinta, yaitu dengan cinta yang tepat pada tempatnya dan pada hakikatnya. Namun apa dan bagaimana dengan cinta...

Seri Kajian Hijrah : Angan dan Realita (Part 1)

Majalahayah.com - Di era modern seperti saat ini kondisi masyarakat mulai akrab dengan istilah hijrah dan banyak orang mulai menempuhnya. Namun, seperti apa dan...

Kisah Ahli Ibadah yang Tak Dicatat Amalnya sebagai Hamba Pencinta Allah

Majalahayah.com - Pada zaman dahulu ada seorang ahli ibadah bernama Abu bin Hasyim yang kuat sekali tahajjudnya. Hampir bertahun-tahun dia tidak pernah meninggalkan sholat...

Perbedaan antara Dunia dan Rezeki

Majalahayah.com - Manusia sering lupa apa yang dinikmatinya setiap hari apapun bentuknya itu semua adalah pemberian Allah. Namun seringkali tidak bisa membedakan nikmatnya dunia...

Haruskah Ada Cinta Sebelum Menikah?

Majalahayah.com - Setiap manusia diciptakan berpasang-pasangan yang di halalkan melalui pernikahan yang sah. Namun, benarkah harus ada cinta sebelum menikahi seseorang?, atau ia bisa...

Renungan Kisah : Menjadi Jembatan Kebaikan bagi Sang Ayah

Majalahayah.com - Seorang tuan tanah sedang berjalan menyusuri pasar bersama anak lelakinya. Dia adalah orang terkaya di kampung itu. Ketika sang tuan tanah lewat...

Menyindir Diri Sendiri

Oleh : Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) Tidak tua. Tidak muda. Tidak laki-laki. Tidak perempuan. Kalau sudah taruh Handphone (HP), ditinggal sebentar dilihat lagi, ditutup sebentar dibuka lagi... Semua sayang banget...

Indonesia Wilayah Damai, Mantan Narapidana Terorisme : Umat Islam Tak Perlu Jihad Perang

Majalahayah.com, Jakarta - Mantan narapidana kasus terorisme mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia bukanlah wilayah perang. Sehingga saat ini umat Islam tidak perlu melakukan jihad...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengumumkan program penggalangan dana untuk mendukung perjuangan politiknya dan Partai Gerindra di Pilkada Serentak dan Pilpres 2019. Pengumuman itu disampaikan Prabowo melalui akun twitter dan facebook pribadinya pada Kamis (21/06/2018). Prabowo mengatakan sistem ekonomi saat ini membuat biaya politik menjadi tinggi. Hal ini membuat banyak calon-calon pemimpin mencari penyandang dana. Padahal, belum tentu penyandang dana itu memiliki kesetiaan untuk bangsa dan negara. "Saya merancang suatu program pencari dana dari rakyat langsung dari pendukung-pendukung saya dan pendukung Gerindra. Saudara-saudara saya namakan program ini program galang perjuangan," kata Prabowo. Donasi tersebut, tambah Prabowo, akan digunakan untuk mendukung berbagai aktivitas politik saat Pemilu berlangsung. Seperti untuk membayar saksi-saksi di tempat pemungutan suara, sampai kegiatan blusukan calon kepala daerah atau kader Gerindra ke desa-desa. "Kita butuh juga butuh biaya untuk membayar makan saksi-saksi kita nanti pada hari pencoblosan," ujarnya. Menanggapi pernyataan Prabowo pengamat politik, Jeirry Sumampow merasa, tidak masalah dengan adanya penggalangan dana yang dilakukan Ketua Partai Gerindra tersebut. Karena, penggalangan ini merupakan bentuk dukungan masyarakat. "Ya saya kira sebetulnya kan mestinya begitu ya. Karena penggalangan partisipasi masyarakat itu juga bagian penggalangan dukungan dana dari masyarakat. Itu juga bagian dari proses masyarakat ikut berpartisipasi," jelasnya kepada Majalahayah, di kawasan Cikini, Jumat (22/06/2018). Tapi menurutnya, harus ada transparansi dalam penggalangan donasi tersebut. Karena katanya berkaitan dengan dana masyarakat. "Tetapi kan memang harus dibuat mekanisme untuk pertangung jawaban. Dana itu dana masyarakat, harus ada mekanisme pertangung jawaban disamping mungkin ada audit," ujarnya Jeirry menjelaskan, akan tidak tepat jika itu di lakukan oleh pribadi. Namun, dalam kasus ini masih belum terlihat apakah ini dilakukan oleh pribadi atau partainya. "Menurut saya boleh, artinya kalau digunakan secara pribadi kurang cocok lah. Sebaiknya di buat oleh tim dengan tetap menggunakan sosok atau figur itu sebagai iconnya. Orang mau menyumbang itu karena suka terhadap satu orang, ingin dia menjadi presiden. Dalam rangka itu dia menyumbang ya boleh, malah begini yang semestinya yah," katanya. Sebaiknya, tambah Jeirry, harus di perjelas kepada siapa Prabowo melakukan penggalan dana tersebut. Karena, ini akan menentukan mekanisme dalam memproses dananya. "Karena ini ga jelas apakah sebagai partai atau pribadi, sehingga agak sulit di awasi. Karena prabowo kan belum menjadi calon masih menjadi bakal calon, yang pasti dia sekarang adalah ketua partai sehingga kalau ada penggalangan dana dari publik seperti ini, ini harus jelas. Dia sebagai partai harus masuk ke rekening partai. Sehingga ada proses dan mekanisme yang berlaku disana termasuk pengawasan," pungkasnya.