Wawancara

Wawancara

Baca juga :

Majalahayah.com – Saat ini merupakan era dimana kecanggihan teknologi telah berkembang pesat, sehingga arus globalisasi dan pertukaran informasi dari berbagai belahan dunia dapat dengan mudah dilakukan. Alhasil berbagai sektor kehidupan telah ber-transformasi menjadi integrasi online dengan internet atau dunia maya. Hal ini berdampak positif bila ditangan yang benar. Namun lain halnya jika dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan yang berdampak negatif. Itulah yang diperbuat oleh para pelaku prostitusi online dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Erlinda, selaku Kepala Divisi Sosialisasi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam diskusi yang digelar Polri Kamis kemarin, memaparkan bahwa chat room, instant messaging, forum internet, situs jejaring sosial, ponsel, serta console video game memungkinkan para predator online itu melakukan kejahatannya. “Kita telah masuk era millenium dimana teknologi informasi bisa mempengaruhi budaya serta perilaku kita”, terangnya. (15/09) Sementara itu pada kesempatan yang sama, Aris Merdeka Sirait mengatakan hal ini tentu membuat penanganan kasusnya pun menjadi cara yang berbeda. “Jangan melihat kasus prostitusi online sekarang, penanganannya berpikiran seperti dahulu yang masih konvensional dimana lokalisasi prostitusi dapat terlihat. Sekarang ini sudah lewat online, itu untuk mempermudah jaringan mereka bergerak”, ujar Aris yang dikenal sebagai aktivis Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA). Sebelumnya terdapat kabar yang menggembirakan sekaligus memprihatinkan, dimana Polri berhasil menguak praktik prostitusi online sesama jenis yang melibatkan anak dibawah umur.