Sejarah

Sejarah

Ramalah Abdul Muthalib dan Bukti Kenabian Muhammad Saat Bayi

Majalahayah.com - Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasalam memiliki perjalanan yang berliku untuk menyebarkan ajaran Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Bahkan ia telah mendapat cobaan ketika...

Syarekat Dagang Islam, Batik, dan Kesadaran Kemandirian Ekonomi Umat Islam

Majalahayah.com, Jakarta - Tanggal 2 Oktober yang ditetapkan sebagai Hari Batik Nasional berawal dari penetapan batik oleh United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization...

Madiun 1948 dan Dendam yang Harus Ditanggung Setelahnya

Majalahayah.com, Jakarta – Medio 1919, Pemerintah Hindia Belanda mulai melakukan tindakan tegas kepada para pemimpin-pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI), beberapa ditangkap ada juga yang...

Perjalanan Panjang PKI dari Syarekat Islam Menjadi Merah

Majalahayah.com, Jakarta – "Apa kata mereka kepada para petani jelata? Mereka bilang: Lihatlah, Komunis tidak hanya menginginkan perpecahan, mereka ingin menghancurkan agamamu! Itu terlalu...

Amanat Sederhana H.O.S Tjokroaminoto Kepada Anaknya

Majalahayah,com, Jakarta - Suatu hari di tahun 1945, datanglah beberapa orang yang tergolong Ulama ke rumah Anwar Tjokroaminoto (Anak kedua dari H.O.S Tjokroaminoto). Salah...

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Puisi Sukmawati Soekarnoputri berjudul 'Ibu Indonesia' menimbulkan polemik karena diduga mengandung unsur penghinaan agama. Pada puisi itu sendiri Sukmawati menyinggung tentang syariat, cadar dan adzan dibandingkan dengan budaya lokal. Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212, Eggi Sudjana menyatakan merasa kasihan dengan kondisi Sukmawati yang tidak paham ajaran syariat. Padahal bagi Eggi, Sukmawati masih merupakan anak dari pahlawan proklamator, Soekarno. "saya kasihan udah tua gitu engga ngerti Islam. Padahal anak proklamator harus dikasihani orang kayak gitu," jelas Eggi saat dihubungi oleh Majalahayah.com, Selasa (3/4/2018). Selanjutnya Eggi juga menegaskan dalam perspektif hukum Sukmawati sudah pantas terkena pasal penghinaan agama. Bahkan dirinya melihat hukuman bagi putri Soekarno tersebut bisa melebihi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Dari perspektif hukum dirinya sudah memenuhi unsur penghinaan agama Islam. Karena membandingkan konotasi ajaran Islam. Menempatkan ajaran Islam jadi terhina begitu. Dibandingkan dengan cadar, kedua azan, ketiga hijab," jelasnya. "Itu kan prinsip dasar dari ajaran Islam. Atau ajaran yang dianut oleh mayoritas orang Indonesia. Bahkan 2 miliar orang di dunia. Jadi dalam perspektif hukum Sukmawati pantas seperti Ahok. Di Ahok-kan. Bahkan lebih parah dari Ahok," tambahnya. Eggi sendiri melihat Ahok hanya mengucapkan satu ujaran penghinaan kepada Al-Qur'an, tapi Sukmawati mengucapkan tiga ujaran. Bagi Eggi Sukmawati nantinya akan terkena pasal berlapis. "Pasal 156 a di KHUP itu unsur Ahok cuma diambil dari satu hal yaitu jangan mau dibohongi Al-Qur'an. Tapi kalau Sukmawati itu berlapis," paparnya.