Sejarah

Sejarah

Baca juga :

Majalahayah.com – Saat ini kejahatan seksual tengah menjadi isu nasional yang menjadi pekerjaan rumah para orangtua selaku pemimpin keluarga. Selain terkait karena jumlah korban yang terus meningkat, juga karena modus operandinya yang berubah menjadi prostitusi online. Masyarakat tentu dituntut untuk lebih waspada dalam mengantisipasi semakin banyak jatuhnya korban oleh para predator seksual secara online itu. Aparat penegak hukum dan elemen terkait lainnya pun juga diharapkan bisa membangun sinergitas dalam memberantas kejahatan seksual lewat online ini Erlinda selaku Kadiv Sosialisasi KPAI, mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil mengungkap kasus prostitusi online yang dimana melibatkan komunitas sesama jenis dengan korban anak-anak. Ia mengatakan Polri komitmen dalam memberantas komunitas itu. Selain itu, Aris Merdeka Sirait aktivis Komnas PA menghimbau peran serta masyarakat sangat dibutuhkan untuk sebuah gerakan nasional. “Setiap kampung harus punya sebuah gerakan perlindungan anak sekampung”, katanya pada kesempatan yang sama dalam sebuah diskusi yang digelar Polri kemarin pada Kamis, 15 September 2016 di Jakarta. Aris memaparkan peristiwa yang dibongkar Mabes Polri di Bogor, merupakan indikasi Indonesia darurat kejahatan seksual dan surganya bagi para Pedophilia. “Sekarang program pokoknya adalah pencegahan, deteksi dini, dan respon kasus untuk memutus mata rantai prostitusi online maupun offline”, terangnya. Juga menurut Aris, salah satu permasalahan lainnya adalah peran lembaga terkait yang belum bersinergi dan belum adanya persatuan untuk kebaikan generasi bangsa.