Liputan Khusus

Liputan Khusus

Baca juga :

Majalahayah.com, Jakarta - Mengawali anak masuk sekolah bukanlah hal yang mudah untuk dilewati pada orang tua. Hal ini dikarenakan anak akan mengalami perubahan emosi sebesar 180% usai pulang sekolah, seperti anak sulit diatur, mengambil bahkan menangis tanpa henti. Faktor timbulnya emosi tak karuan pada anak di karenakan saat disekolah, sang buah hati sudah mengikuti semua aturan dan sangat menurut pada gurunya. Jika bunda mengalami hal serupa pada dikecil tak perlu khawatir dan tetap tentang. Faktanya, kondisi ini nyata dan bahkan memiliki nama ilmiah yaitu after school restraint collapse. Kondisi ini sering terjadi pada anak balita hingga anak yang sudah mulai bersekolah di sekolah dasar. Hal tersebut bisa terjadi karena anak sudah sangat menahan emosi dan mengontrol sikapnya seharian, ketika berada di sekolah atau tempat penitipan anak. Saat mereka bertemu dengan orangtua atau pengasuhnya, maka emosi tersebut dikeluarkannya. "Biasanya terjadi pada anak prasekolah hingga di bawah usia 12 tahun. Anak usia tersebut masih belajar mengontrol diri dan emosinya," ujar Dr. Jennifer Hartstein, seorang psikolog remaja dan keluarga dikutip melalui dream. Menurut Hartstein, kondisi tersebut juga sering terjadi pada awal tahun ajaran baru atau ketika mereka baru memulai jadwal baru. Anak belum terbiasa dengan rutinitas yang baru dan masih beradaptasi. " Ketika anak-anak sudah mampu membangun ketahanan emosi dan mengelolanya dengan lebih efektif, perilaku ini cenderung menurun. Seiring berjalanannya waktu dan adaptasi rutinitas, sikap anak akan membaik," kata Hartstein. Penting juga bagi orangtua memperhatikan sikap ini. Jika terjadi terus menerus dan semakin hari semakin parah, maka harus dicari penyebabnya. Bisa jadi anak mengalami masalah di sekolah dan melampiaskannya di rumah.