Cara Efektif Orangtua Menjadi Idola Sang Anak Ala Kak Seto

Cara Efektif Orangtua Menjadi Idola Sang Anak Ala Kak Seto

44
SHARE
Kak Seto

Majalahayah.com, Jakarta – Menjadi orangtua yang diidolakan anak memang bukan hal yang mudah untuk diraih, terlebih pada pola asuh anak zaman now. Daya kreativitas tinggi orangtua dalam mendidik sangat diperlukan sehingga wajib melenyapkan tindakan kekerasan pada anak. Hal tersebut pun disampaikan oleh Seto Mulyadi akrab disapa Kak Seto mengisi acara Rapat Koordinasi Teknis Perlindungan Anak (Rakortek PA) ditemui di Hotel Grand Marcure Harmoni, Jakarta (07/11/2018).

Mendidik dengan cinta kepada buah hati merupakan salah satu cara efektif agar di idolakan oleh sang anak. Dalam menunjukan cinta dan kasih sayang terhadap anak, Kak Seto katakan, orangtua atau guru harus mengenali tumbuh kembang anak.

“Jadi kita perlu mengetahui apa yang anak sukai, dan jangan mengdikte anak, misalnya kalau ingin mengajarkan anak menggambar, tidak harus persis apa yang orangtua pahami, orangtua harus belajar menghargai kreativitas anak,” ujarnya saat mengisi materi di Hotel Grand Marcure, Jakarta (07/11/2018).

Baca juga :   Ajar Atau Hajar Siswa?

Selanjutnya, ia sampaikan kunci sukses menjadi orangtua kreatif ialah meninggalkan cara-cara kekerasan dan yang terpenting orangtua wajib “gembira”.

“Saya masuk ke Jakarta itu jadi gembel selama 7 bulan, menjadi kuli pasar pernah, menjadi pembantu rumah tangga selama 7 tahun sambil kuliah pernah, tapi tidak pernah lupa untuk selalu bahagia dan berpikir positif,” tuturnya.

Makna gembira mempunyai arti luas, tak sebatas bahagia. Kak Seto jelaskan setiap hurufnya mempunyai arti yaitu, G (Gerak), E (Emosi Cerdas), M (Makanan Sehat), B (Berdoa dan Beribadah), I (Istirahat), R (Rukun), dan A (Amanah).

“Jadi bagi pembimbing anak, tidak boleh malas harus bergerak, emosi itu perlu, marah pun penting diketahui oleh anak, namun marah yang cerdas jangan menggunakan kekerasan dan perkataan yang kasar, marahlah dengan sedikit senyuman,” ucapnya.

Selanjutnya, Kak Seto menghimbau agar makanlah makanan yang sehat dan berdoa serta ibadahlah serahkan semuanya kepada Tuhan yang maha esa.

“Istirahatpun sangat penting bagi pembimbing anak, kalau bisa itu 8 jam sehari, kalau ada hal yang tidak penting lebih baik tinggalkan, susunlah skala prioritas dalam kehidupan dan rukunlah pada tetangga dan warga masyarakat, karena merekalah yang dapat membantu kita dikala sulit, terakhir amanah jangan dilupakan,” sambungnya.

Baca juga :   Tingkat Perkawinan Anak di Sulbar Tinggi, Menteri Yohana : Stop Perkawinan Anak 

Pemaparan yang disampaikan Kak Seto, menjelaskan bahwa sebagai orangtua perlu memahami bahwa pendidikan merupakan hak anak yang wajib dipenuhi.

“Selalu kreatif dan menjadi orangtua yang profesional, jadi mulai besok olahraga latian senyum dan cinta kepada anak. Lepaskan emosi dengan nyanyian dan mendongeng. Jangan memimpikan anak yang penurut, tapi mimpikan anak yang mandiri dan mau bekerja sama,” imbuhnya.

Permasalahan kasus anak memang tak pernah usai selalu hadir ditengah-tengah masyarakat,  namun sebagai manusia sadar, Kak Seto menghimbau dalam mendidik anak-anak semua orang wajib terlibat.

“Jadi mendidik anak itu perlu orang sekampung  dan jika anak masih terlibat kekerasan dan tetangga mengetahuinya, maka dalam undang-undang tentangga terjerat hukuman 5 tahun penjara,” tukasnya.