Cara Efektif Mengajarkan Islam kepada Anak

Cara Efektif Mengajarkan Islam kepada Anak

93
SHARE
Ilustrasi mengajarkan Islam kepada anak. Sumber www.voaislam.com

Majalahayah.com, Jakarta – Mendidik anak bukanlah sesuatu yang baru kita temukan sekarang, kekhawatiran atas masa depan generasi kita sudah diwariskan oleh Nabi Ibrahim. Bahkan sebelum Nabi Ibrahim, Nabi Nuh lebih dulu mengkhawatirkan agama dan kepatuhan anaknya kepada Allah SWT. Maka kekhawatiran seorang ayah pada permasalahan agama anaknya adalah sesuatu yang memang sudah ada di agama ini.

Sebelum kita khawatir tentang akidah anak kita, kita harus terlebih dulu mengkhawatirkan diri kita sebagai orangtua. Allah SWT mengajarkan kita dengan menceritakan banyak sekali kisah tentang para nabi yang bermasalah dengan anaknya.

Kisah-kisah tersebut tertulis dalam Al-Qur’an, Nabi Ibrahim yang diberkahi anak-anak yang sholeh yang juga menjadi nabi yaitu Nabi Ismail dan Ishaq. Tapi kisah Nabi Nuh tidak begitu, Nabi Nuh diberi cobaan tentang anaknya yang melawannya, melawan agama Allah SWT. Juga kisah Nabi Yakub memiliki anak yang baik sekaligus anak bermasalah. Dalam hal ini Islam sudah sudah menegaskan bahwa para nabi juga memiliki masalah dengan anaknya.

Tidak akan ada 2 anak yang sama, tak ada satu resep khusus yang dapat mengatasi semua masalah tentang anak dan orangtua. Seperti pada kisah Nabi Yakub, Nabi Yakub tidak memperlakukan Nabi Yusuf lebih baik daripada anak-anaknya yang lain. Nabi Yakub sudah adil dalam mendidik anak-anaknya dan melakukan yang terbaik, tapi ia tetap memiliki masalah dengan anaknya.

Hal ini membuktikan bahwa seorang nabipun memiliki masalah, tak ada jaminan sama sekali untuk anak nabi sekalipun, Bahkan kita temui pada kisah Rasulullah SAW, rasulullah pernah berkata kepada anaknya Fatimah Az-Zahra : “hati hatilah kepada Allah, aku tidak akan mampu menolongmu. Aku tidak memiliki kekuasaan apapun atasmu dihadapan Allah.”

Saat ini, Muslim sudah relatif sukses dalam membesarkan anak, ada sesuatu yang telah  berubah secara drastis di dunia ini. Dan hal itu sudah mempengaruhi bagaimana pemerintahan berjalan, tidak hanya mempengaruhi bagaimana perekonomian bekerja, tidak hanya mempengaruhi bagaimana suatu bangsa berurusan satu sama lain, tidak hanya mempengaruhi suatu industri. Tapi juga mempengaruhi hal hal kecil seperti apa yang terjadi di dalam rumah.

Baca juga :   Kajian Cak Nun Tentang Nur Allah dan Nur Muhammad

Ust. Nouman Ali Khan memberikan tips untuk mengajarkan Islam kepada anak melalui video youtube berdurasi 38 menit. Ust Nouman Ali Khan Menerangkan point-point penting dalam menerapkan nilai-nilai keislaman yang harusnya kita lakukan sedini mungkin.

“Point pertama, apa nilai sukses, merek pakaian, jenis rumah tertentu, mobil. Itulah gambaran kesuksesan yang bernilai saat ini.” Terang ust Nouman Ali Khan.

“Mengapa seorang dokter atau ahli fisika dianggap penting di masyarakat kita? Karna gajinya besar. Bukan karna agar dapat menyelamatkan kehidupan atau agar melayani masyarakat.” Lanjutnya.

“Kita seharusnya berkaca, apa yang ingin kita ciptakan. Kita harus mulai mengubah sesuatu yang mendasar, gambaran kita tentang kesuksesan hanyalah uang, pendidikan hanyalah untuk mendapatkan karir yang menghasilkan uang yang banyak. Semuanya akan kembali ke uang.”

“Sedangkan bagi orang muslim terdahulu, dimasalalu bila kamu berpendidikan, kamu akan memahami dirimu sendiri, memahami lingkungan sekitar dan berkontribusi untuk membuat dunia menjadi lebih baik, dan untuk membuat dunia jadi lebih baik, kamu harus mempelajari sejarah, harus mempelajari Sosiologi, kita harus belajar ilmu politik. Terkadang kita harus belajar ilmu komunikasi (media), kita harus belajar banyak ilmu agar bisa berkontribusi untuk masyarakat.”

“Jadi pertama-tama kita harus melihat diri kita sendiri apa definisi yang benar tentang kesuksesan. Dan mulai menjadikan hal tersebut ke kehidupan sehari-hari.”

Baca juga :   Peran yang Tertambat pada Suami

“Ketika suami istri ngobrol sang anak akan selalu mendengarkan, jika yang kita bicarakan hanyalah tentang tagihan-tagihan, tentang bayaran rumah, tentang film, atau membahas keburukan keluarga  lain. Maka anak kita akan paham bahwa hal ini lah yang orangtua saya utamakan, inilah yang terpenting dalam hidup. Tapi jika kita dan istri membicarakan tentang al-quran, tentang akhirat, membahas berbuat baik pada orang lain. Maka anak akan melakukan hal tersebut. Kamu tidak perlu katakan, cukup kasih liat saja.”

Ust. Nouman Ali Khan menegaskan bahwa cara paling efektif mengasuh dan mendidik anak bukan dengan menyuruh sang anak tapi cukup membiarkan anak melihat yang orangtua lakukan. Agar mereka tau hal itu lah yang menjadi tujuan utama. Kita harus menjadi teman baiknya, orangtua yang berada ditempat kerja seharian pun harus meluangkan waktunya setiap hari. Kita harus menjadi bagian besar dari hidup mereka.

Menurut ust. Nouman Ali Khan orangtua harusnya meluangkan waktunya minimal 30 menit untuk anak setiap hari.

Allah menyebutkan kisah lukman, meluangkan waktu, mencari kesempatan untuk berbicara pada anaknya. Hal ini kita temukan juga kisah Nabi Yakub as yang berbicara pada anaknya. “hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu” al-baqarah : 132

Nabi Ibrahim mengatakan hal ini pada anaknya, begitu juga Nabi Yakub pada anaknya.

“Hai anak anakku, sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati  kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. Al-Baqarah 2 : 132)

Tidak peduli bila kamu memiliki anak yang mudah atau sulit, kamu tetap harus lakukan tugas mu.

*Ditranskrip dari ceramah Ust. Nouman Ali Khan