Gus Mus dan Cak Nun.
Foto : Gus Mus dan Cak Nun. Foto: Gusmus

Majalahayah.com, Jakarta – Wabah virus corona yang tak kunjung berhenti membuat sejumlah warga Indonesia panik. Tak jarang, banyak yang berbondong-bongong untuk segera memborong masker dan hand sanitizer. 

Berbeda dengan kebanyakan orang, Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) membagikan tips unik dalam mencegah virus tersebut. Hal itu dia bagikan dalam akun Youtube Rizqy Andika. 

Dalam video yang berdurasi sepuluh menit itu, seorang penonton bertanya terkait virus corona yang sedang viral. Sontak, Cak Nun pun menanyakan keberadaan virus tersebut. 

“Menurut kamu cara agar tidak terkena virus corona bagaimana? Kamu bisa melihat virus tidak? Jadi virus termasuk tidak bisa dilihat pakai mata telanjang betul? Kalau kamu pakai kaca pembesar, disini jentik-jentiknya banyak. Nah, corona termasuk hampir roh dia kan karena tidak bisa terlihat,” kata Cak Nun. 

Pria Jombang ini kemudian menjelaskan, bahwa cara mencegah paling ampuh adalah wudhu. Menurutnya, selain membersihkan fisik, wudhu juga berfungsi untuk membersihkan rohani. 

Baca juga : Cegah Corona Virus, Harus Berapa Lama Cuci Tangan?

“Sesering-sering mungkin, kalau kamu kuat, kapan kentut wudhu lagi. Kalau pegang perempuan wudhu lagi, akhirnya kan jadi hobi wudhu. Soalnya kan hobi pegang perempuan, jadi sering wudhu,” candanya. 

Membersihkan Mulut

Ia mengatakan, berkumur dalam wudhu, selain berfungsi untuk membersihkan mulut juga berfungsi dalam menjaga perkataan.

“Kalau kamu berkumur berarti kamu harus menjaga ucapanmu,” ucapnya. 

Membersihkan Hidung

Kalau membersihkan hidung, lanjutnya, memiliki fungsi untuk menghisap. Jadi, harus berhati-hati dalam menyerap sesuatu, seperti informasi. 

“Hidung kan untuk menghisap, jadi kamu harus berhati-hati didalam menyerap informasi atau apapun, maka allah mengasih bulu hidung itu merupakan lambang dari filter atau penyaringan,” ujarnya. 

Membersihkan Dahi

Selain itu, Cak Nun juga menjelaskan fungsi membersihkan kening atau bagian depan kepala. Menurutnya, itu mampu menjaga diri dari perilaku berbohong.

Penelitian yang telah dipresentasikan pada konferensi Cell Lablinks di London awal bulan ini menunjukkan kondisi otak para sukarelawan yang mengatakan kebohongan mengalami perubahan khususnya pada dorsomedial prefrontal cortex (DPFC) atau area di bagian depan otak. 

“Daerah otak ini meningkat secara dramatis,” kata ketua tim peneliti Matius Rushworth, seperti dikutip Dailymail.

Baca juga : Kajian Cak Nun Tentang Nur Allah dan Nur Muhammad