Ilustrasi mengasuh anak. (Foto: Kompas)

Majalahayah.com, Jakarta – Institusi yang paling unik dan khas ya hanya keluarga ya sobat ayah. Bagaimana tidak? Hubungan dan ikatan yang terjadi pada masing-masing personelnya selalu menggunakan cinta dan kasih sayang.

Meskipun jumlahnya bisa lebih dari 2 orang, namun keluarga bukanlah perusahaan ya! Biasanya di dalam suatu perusahaan pemimpin yang menjadi atasan dan karyawan menjadi bawahan. Jika hal itu terjadi pada keluarga tentu hanya terbentuk interaksi antara atasan dan bawahan saja.

Hal tersebut disampaikan oleh penulis buku best seller wonderful family oleh Cahyadi Takariawan.

“Keluarga adalah sebuah ikatan hati, ikatan perasaan, ikatan kerelaan, ikatan kecintaan, serta ikatan kasih sayang. Suami dan istri berkumpul dalam keluarga adalah karena cinta dan kasih sayang. Oleh karena itu tidak bisa disamakan dengan dengan organisasi pemerintahan, politik, bisnis, ataupun militer,” tulisnya dalam buku wonderful husband.

Sebelum lahirnya si buah hati, pertama kali yang harus dipimpin oleh seorang suami adalah istri. Bayangkan sobat, itu adalah kepemimpinan 24 jam, tidak ada organisasi yang bercorak seperti ini, kecuali keluarga.

“Sejak tidur hingga tidur lagi, sejak bangun hingga bangun lagi, ia berada di samping istri, seseorang yang sangat dekat dengan dirinya. Kepemimpinan lahir dan batin, tidak ada yang bisa dirahasiakan atau disembunyikan. Semua tertampakkan begitu nyata,” jelasnya.

Sebagai pemimpin keluarga, ia sampaikan bahwa seorang suami perlu memiliki keterampilan memimpin dan melandasinya dengan perasaan cinta. Hal ini bertujuan agar kepemimpinan menjadi menyenangkan bagi semua pihak.

“Memimpin tidak sama dengan memerintah, memaksa, mendominasi, dan menguasai. Memimpin adalah mengarahkan, melayani, memberi, menyantuni, membersamai, memahami dan mengembangkan semua potensi kebaikan,” tandasnya.