Majalahayah.com, Jakarta – Meskipun tak wajib namun pertanyaan “Menu makan apa hari ini?” selalu terngiang-ngiang di kepala seorang ibu.

Bukan hanya sekedar memberi keluarga santapan yang nikmat, namun seorang ibu turut serta memperdulikan kandungan gizi di setiap menu masakan.

Gizi seimbang adalah patokan sang bunda dalam mengolah makanan. Namun, rasa bingung pun melanda ketika anak atau suami merasa bosan dengan menu hidangan. Nah, bagaimana mengatasinya?

Bagi pembaca setia majalahayah.com, kami beri tipsnya loh! langkah pertama adalah dengan menyusun menu masak mingguan, kamu sudah tidak perlu bingung lagi harus belanja dan memasak apa saja. Lalu bagaimana cara menyusun menu mingguan? Yuk kita simak!

1. Kombinasi menu seimbang dan pastikan ada menu sayur

Hal yang cukup penting untuk diperhatikan saat menyusun menu masakan adalah kombinasinya. Setiap harinya, menu masakan anda harus seimbang. Yakni, karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serta vitamin harus tersedia dan jumlahnya berimbang, tidak ada yang berlebihan.

Mudahnya, kalau anda sudah menyediakan nasi sebagai sumber karbohidrat, jangan lagi diberi lauk mie goreng atau kentang. Cukup salah satu saja, kemudian dipadukan dengan 1 sumber protein hewani dan 1 sumber protein nabati sebagai lauk. Selain itu, yang tidak boleh terlupa adalah sumber vitamin dan serat yang berasal dari sayuran.

2. Lauk utama diolah selang-seling

Lauk utama biasanya berupa protein hewani. Bisa daging ayam, daging sapi, telur, atau ikan. Nah, supaya tidak bosan, anda bisa mengolah bahan lauk utama tersebut secara bergantian. Misalnya, hari Senin masak daging ayam, maka hari Selasa ganti dengan daging sapi.

Selain supaya tidak bosan, anda juga bisa mendapatkan nutrisi yang bervariasi. Dalam seminggu, anda bisa mendapatkan protein dari daging ayam, daging sapi, dan telur, serta omega 3 dari ikan secara lengkap. Menguntungkan, kan?

3. Satu bahan lauk bisa diolah jadi 2 hingga 3 masakan dalam seminggu

Berbelanja lauk memang harus disesuaikan dengan budget. Namun, bukan berarti kreativitas anda dalam mengolah menu seminggu jadi terbatas. Justru, anda jadi bisa berkreasi untuk mengolah 1 bahan lauk yang sama menjadi 2 hingga 3 masakan dalam seminggu.

Sebagai contoh, daging ayam 1 kg diolah menjadi ayam goreng dan ayam kecap atau wortel 1 kg diolah jadi sup sayuran, bakwan sayur, dan acar kuning.

4. Usahakan tidak ada menu yang serupa

Dalam 1 menu, usahakan tidak ada masakan yang serupa. Baik dari bahan dasarnya, maupun cara mengolahnya. Misalnya, jangan sajikan mangut lele dengan sayur bobor, karena sama-sama bersantan. Atau kalau sudah ada tahu dan tempe goreng, daging ayam sebaiknya diolah basah seperti gulai atau semur.

Jika lauk utama sudah dimasak basah, lauk pendamping dan sayuran sebaiknya dimasak kering. Begitu juga sebaliknya. Dan dalam 1 menu, sebisa mungkin rasanya tidak gurih atau manis semua. Variasikan rasa dan tekstur menu supaya nafsu makan juga jadi meningkat.

5. Susun kombinasi menu antara masakan mudah dengan masakan agak rumit

Menu mingguan dibuat untuk memudahkan anda dalam memasak. Untuk itu, waktu dan tingkat kesulitan memasak juga perlu diperhatikan saat menyusun menu mingguan. Jangan sampai anda jadi kewalahan dan kehabisan waktu hanya untuk menyiapkan makanan.

Cara termudahnya adalah kombinasikan masakan cepat dan mudah dengan masakan yang agak rumit. Contohnya, kalau akan memasak pepes ikan yang cukup memakan waktu, lauk nabati cukup dengan tahu yang digoreng dan bayam juga cukup dimasak sayur bening saja.