Majalahayah.com, Jakarta – Hai sobat ayah, apakah Anda sedang merasa bingung untuk penyelenggaraan akikah ditengah pandemi covid-19?

Kendati demikian, ternyata sobat tetap bisa melakukan akikah. Namun, tak perlu mengundang keluarga, kerabat, atau anak yatim piatu ke rumah Anda, sebab Anda hanya perlu memesan akikah secara online. Ya, cara ini dianggap praktis dan tidak menghilangkan makna dari akikah itu sendiri.

“Boleh (pesan akikah secara online). Malah ini momentum terbaik untuk berbagi khususnya makanan siap saji atau matang,” kata Dr. Mauidlotun Nisa, Lc., M.Hum., atau akrab disapa dengan Ustazah Nisa kepada dikutip dari kumparan belum lama ini.

Namun yang perlu menjadi catatan bagi sobat ayah adalah saat hendak memesan akikah adalah tempat pelayanan tersebut harus jelas dan terpercaya. Jadi, sebaiknya Anda dapat melihat ulasan dari para pelanggan lainnya yang telah melakukan pemesanan di tempat tersebut. Setelah itu, baru Anda bisa memutuskan ke mana makanan tersebut akan diberikan.

“Nah ini bisa berbagi ke mana saja. Bahkan saat wabah ini, tidak hanya panti asuhan atau yayasan sosial lain, tapi bisa juga di daerah wabah tingkat menengah ke bawah,” tuturnya.

Direktur Rumah Quran dan Bahasa Al-Mujtaba sekaligus Dosen Prodi Magister Bahasa Arab UIN ini menambahkan, pesan akikah secara online sebenarnya sudah ada sebelum pandemi ini terjadi. Selain dinilai praktis, hal ini juga tidak merepotkan Anda dan anggota keluarga di rumah karena tinggal pesan dan telepon nomor telepon tempat akikah yang dituju.

“Nanti jangan lupa kasih tahu nama bayi dan orang tuanya. Nanti yang nyembelih menyebutkan niat atas nama si anak dan langsung minta dikirim ke mana untuk siapa,” jelas Ustazah Nisa.

Namun, hukum akikah anak ini sebenarnya tidak wajib, tapi sunah muakad –amalan sunah yang diprioritaskan. Sehingga, bagi yang tidak mampu, pelaksanaan akikah tidak perlu dipaksakan atau ditunda dulu di tengah wabah seperti ini. Hal tersebut juga terdapat surat Al-Taghabun ayat 16, seperti berikut.

فَاتَّقُوا اللّٰهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوْا وَاَطِيْعُوْا وَاَنْفِقُوْا خَيْرًا لِّاَنْفُسِكُمْۗ وَمَنْ يُّوْقَ شُحَّ نَفْسِهٖ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

fattaqullāha mastaṭa’tum wasma’ụ wa aṭī’ụ wa anfiqụ khairal li`anfusikum, wa may yụqa syuḥḥa nafsihī fa ulā`ika humul-mufliḥụn

Artinya: “Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barang-siapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS Al Taghabun:16)

“Jadi semampunya. Jika mampu 1 ekor ya 1 ekor saja untuk laki-laki,” tutup Ustazah Nisa.