Bolehkah Tarawih Sebelum Solat Isya? Berikut Penjelasannya

Bolehkah Tarawih Sebelum Solat Isya? Berikut Penjelasannya

60
0
SHARE
Foto : Suasana gerakan 1212 saat shalat shubuh berjamaah di Masjid Pusdai Bandung. Sumber twitter.com

Majalahayah.com, Jakarta – Beragam amal baik pastinya sudah diniatkan dalam hati saat bulan puasa Ramadan. Seperti halnya pagi hingga petang kita melaksanakan ibadah puasa dan malamnya sholat tarawih.

Meskipun sunah, namun tetap sangat dianjurkan. Sholat ini termasuk qiyamu ramadlan, karena hanya disyariatkan pada Ramadan saja.

Pensyariatan Tarawih dimaksudkan agar kita meningkatkan ibadah. Sebab, Ramadan adalah bulannya ibadah dengan sungguh-sungguh.

Mengenai pelaksanaannya, kapankah waktu untuk sholat Tarawih?

Tarawih adalah sholat yang termasuk sunah muaqqatah atau solat sunnah dengan waktu khusus. Waktu Tarawih sudah ditentukan dan tidak sah jika dikerjakan di luar waktu tersebut.

Berikut Penjelasannya

Ulama Mazhab Syafi’i berpandangan waktu Tarawih sama dengan waktunya Witir yaitu antara Isya hingga terbitnya Fajar.

Sehingga, Tarawih harus dikerjakan setelah sholat Isya dan tidak sah jika dilakukan sebelumnya.

Hal ini dijelaskan Syekh Ibrahim Al Bajuri dalam Hasyiyah Al Bajuri.

“Ucapan Syeikh Ibnu Qasim, waktu Tarawih adalah di antara sholat Isya’ dan terbitnya fajar, maka Tarawih seperti Witir dalam hal waktu, dan disunahkan mengakhirkan Witir dari Tarawih.”

Syeikh Kamaluddin Ad Damiri dalam Al Najm Al Wahhaj fi Syarh Al Minhaj memberikan penjelasan yang tidak jauh berbeda.

“Dan waktu Tarawih adalah waktunya sholat Witir. Tentang kebolehan pelaksanaan Tarawih sebelum Isya terdapat ikhtilaf, menurut pendapat Al-Ashah (yang kuat) dicegah. Imam Al Halimi berkata, tidak masuk waktu tarawih kecuali setelah melewati seperempat malam ke atas.”

Sehingga, Tarawih dikerjakan pada malam hari usai Isya’ hingga terbitnya fajar. Di luar waktu itu, termasuk sebelum melaksanakan sholat Isya, maka Tarawih tidak sah.

LEAVE A REPLY