Majalahayah.com, Jakarta – Sebagian perempuan dalam hidupnya mungkin pernah memiliki masa lalu yang kelam, seperti menjadi korban pemerkosaan ataupun terjerembab dalam perbuatan zina.

Ketika akan atau telah menikah, mereka pun akhirnya bingung apakah akan menceritakan masa lalunya tersebut atau tidak. Lalu, bolehkah bercerita tentang masa lalu itu kepada suaminya?

Dalam buku “Quraish Shihab Menjawab” dijelaskan bahwa suami atau istri tidak perlu membuka rahasia masa lalu yang dapat mengeruhkan hubungan rumah tangga.

Menurut M Quraish, hal yang penting adalah menyesalinya, bertekad tidak  mengulanginya, dan memohon agar Allah SWT mengampuni dan menjaga rahasia itu.

Quraish menjelaskan, salah satu sifat Allah SWT dari sekian sifat-sifat-Nya yang amat indah adalah Ghafur dan Ghaffar yang antara lain bermakna: Banyak dan berulang-ulang menutup kesalahan dan aib manusia. Banyak dosa, kesalahan, dan aib bahkan isi hati kita yang ditutup-Nya.

Menurut dia, Allah SWT tidak hanya menutupi apa yang dirahasiakan manusia terhadap orang lain, tetapi juga banyak pengalaman masa lalunya, kesedihan atau keinginannya, yang dipendam dan ditutupi Allah di bawah sadar manusia sendiri.

Pakar tafsir Alquran ini mengatakan, Allah memerintahkan agar manusia meneladani-Nya, antara lain dalam menutup aib itu, baik aib orang lain maupun aib dirinya. Rasulullah bersabda, “Kalau kamu terpaksa melakukan satu kesalahan, tutupilah.”

Maksud hadits nabi tersebut, jangan menampakkan kedurhakaan dan keburukan itu karena ia dapat merangsang orang lain melakukan hal yang sama atau dapat mengakibatkan gangguan dalam hubunganmu antarmanusia.