Ilustrasi Traveling. Sumber www.pinterest.com

Majalahayah.com – Sebagai seorang Muslim tentunya kita harus mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan di dalam agama. Suka atau pun tidak suka semua harus dilaksanakan. Begitu pun ketika seorang wanita Muslim memiliki hobi jalan-jalan atau bahasa kekiniannya traveling.

 
Di zaman sekarang, traveling seakan menjadi kebutuhan bagi banyak orang. Laki-laki atau perempuan memiliki agendanya sendiri untuk traveling. Alasannya cukup simple yakni ingin melepas lelah dari rutinitas sehari-hari.
 
Namun bagaimana hukumnya seorang perempuan Muslim keluar sendirian tanpa mahram? Pada dasarnya perempuan diperbolehkan melakukan aktivitas berpergian beramai-ramai tanpa didampingi mahram.
 
Ada perbedaan pendapat ketika seorang perempuan Muslim keluar rumah sendirian. Pendapat pertama yakni sama sekali tak diperbolehkan melakukan aktivitas di luar rumah sendirian. Pendapat ini berpatokan pada hadist dari Ibnu Abbas RA.
 
“Seorang perempuan tidak boleh bepergian tanpa ditemani oleh seorang mahram. Dan dia tidak boleh dikunjungi oleh seorang laki-laki kecuali dia bersama mahramnya.” (HR Muttafaq alaih).
 
Sedangkan pendapat yang kedua masih diperbolehkan asalkan tidak melebihi tiga hari. Pendapat ini berpatokan pada hadist dari Ibnu Umar RA. “Tidak diperbolehkan seorang wanita bepergian selama tiga hari melainkan bersamanya ada seorang muhrim,” (HR Muttafaq alaih).
 
Ada pula ulama yang mengatakan perempuan boleh berpergian selama jarak yang ditempuh dan tempat yang didatangi cukup aman. Hal ini terdapat pada hadist dari Adiy bin Hatim RA. Namun hadist tersebut menceritakan seorang perempuan yang sedang melaksanakan ibadah, bukan melakukan aktivitas lain.
 
”Jika kamu berumur panjang niscaya kamu akan melihat seorang perempuan pergi sendiri dari Hira (wilayah Irak) hingga (sampai Makkah) melakukan tawaf di sekeliling Ka’bah. Dia tidak takut kepada seorang pun kecuali kepada Allah,” (HR Bukhari).
 
Aturan yang ada di dalam Islam tentu memiliki alasan. Hal ini karena seorang perempuan rawan fitnah. Selain itu Islam juga sangat mementingkan keselamatan dan martabat kemuliaan seorang perempuan.
 
Sekarang tinggal kita memilih mana yang paling diyakini. Karena semua pendapat ini memiliki dasar yang kuat yakni hadist shahih
 
Traveler Muslim, itulah hukum mengenai apakah seorang perempuan diperbolehkan traveling sendiri tanpa didampingi mahram. Semoga bisa menjadi dasar dan pertimbangan dalam merencanakan traveling berikutnya.
(MA/M. Yani)