Majalahayah.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyerahkan bantuan 10 unit pompa air kepada Pemerintah Provinsi Riau dengan kapasitas mesin yang mampu mendorong air melalui rangkaian selang hingga sepanjang 10 kilometer. Penyerahan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Utama BNPB, Harmensyah kepada Gubernur Riau, Syamsuar dan disaksikan oleh Kepala Pelaksana (Kalaks) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau, Edwar Sanger pada saat Apel Pagi di Halaman Kantor BPBD Provinsi Riau, Selasa (2/11).

Penyerahan bantuan pompa tersebut diharapkan dapat melengkapi kebutuhan operasional lapangan dan mampu meningkatkan performa Pemerintah Provinsi Riau dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya melalui penerapan metode pencegahan dengan mengembalikan hakikat gambut sebagai vegetasi basah. Selain itu juga dapat memaksimalkan operasi pemadaman darat saat tanggap darurat.

“Alat ini bisa dipakai untuk operasi pencegahan karhutla dengan mengisi kanal, canal block atau sekat kanal hingga mengisi embung. Jadi kita bisa jamin gambut bisa basah. Kan, namanya rawa gambut, hakikatnya gambut itu basah. Jadi harus basah. Selain itu pompa ini juga bisa untuk operasi pemadaman darat,” jelas Sekretaris Utama BNPB Harmensyah.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Provinsi Riau Syamsuar mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut dan berharap agar seluruh anggota BPBD di lingkup administrasi Provinsi Riau dapat mengoptimalkan penggunaan pompa sebagai penguatan dalam prabencana maupun tanggap darurat.

“Terima kasih kepada BNPB. Saya berharap agar alat ini bisa membantu rekan-rekan BPBD se-Provinsi Riau dalam mengoptimalkan operasi pencegahan maupun tanggap darurat bencana karhutla,” ungkap Gubernur Riau Syamsuar.

Usai melakukan serah terima, tim BPBD Provinsi Riau juga melakukan uji coba pompa tersebut di sela rangkaian apel pagi dan disaksikan oleh Sekretaris Utama BNPB, Gubernur Riau, Kalaks BPBD Riau, jajaran pegawai dan karyawan Pemerintah Provinsi Riau maupun BPBD Riau.

Sebagai informasi, mesin pompa ini menggunakan teknologi transisi 4 langkah dengan sistem injeksi berbahan bakar bensin dan memiliki kapasitas setara 75 tenaga kuda, sehingga tak heran jika pompa ini mampu menyemprotkan air melalui rangkaian selang hingga 10 km.

Pompa dengan tipe NP-20/100, sentrifugal, konsol, dua langkah ini memiliki dimensi panjang 1300mm, lebar 780mm dan tinggi 930mm dan berat kering mencapai 215 kilogram. Pompa ini dioperasikan secara portable dan dapat ditarik menggunakan mobil 4×4 dengan mengaitkan trailer empat roda yang mampu menahan beban maksimal hingga 2 ton.