Majalahayah.com, Jakarta – Arab Sudi akan dilalui gerhana matahari parsial pada Minggu 21 Juni 2020 besok. Fenomena alam langka ini akan sangat jelas terlihat di Kota Sharurah antara pukul 06.59 hingga 08.13 waktu setempat sebelum berakhir pada pukul 09.41.

Gerhana matahari ini juga bisa disaksikan di sebagian wilayah Indonesia. Berdasarkan data astronomis, ada 31 provinsi di Tanah Air yang akan mengalami gerhana matahari sebagian (parsial) pada 29 Syawal 1441 Hijriah atau bertepatan Minggu 21 Juni 2020.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin menjelaskan, saat gerhana matahari berlangsung, umat Islam diimbau melaksnakan sholat kusuf atau sholat gerhana secara berjamaah di masjid wilayah masing-masing.

“Kami imbau kaum muslim di daerah yang mengalami gerhana dan aman Covid-19 untuk menggelar sholat sunah gerhana sesuai tuntunan syariat, tapi tetap memerhatikan protokol kesehatan,” kata dia, dalam siaran persnya, Sabtu (20/6/2020).

Sedangkan sholat kusuf berjumlah dua rakaat dan hukumnya sunah. Berikut tata cara sholat gerhana:

1. Berniat di dalam hati

2. Takbiratul ihram seperti sholat biasa

3. Membaca doa iftitah dan bertaawudz, kemudian membaca Surah Al-Fatihah dan membaca surah yang panjang dengan di-jahr-kan (perdengarkan) suaranya.

4. Kemudian rukuk sambil memanjangkannya

5. Bangkit dari rukuk (iktidal)

6. Setelah iktidal tidak langsung sujud, namun dilanjutkan membaca Surah Al-Fatihah dan surah yang panjang (berdiri yang kedua lebih singkat dari pertama)

7. Rukuk kembali (rukuk kedua) yang panjangnya lebih pendek dari rukuk sebelumnya.

8. Bangkit dari rukuk (i’tidal)

9. Sujud yang panjangnya sebagaimana rukuk, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali

10. Bangkit dari sujud lalu mengerjakan rakaat kedua sebagaimana rakaat pertama (bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya).

11. Tasyahud

12. Salam

“Setelah sholat, imam lalu menyampaikan khotbah kepada para jamaah yang berisi anjuran untuk berzikir, berdoa, beristighfar, sedekah, dan hal baik lainnya,” terangnya

Dirinya juga mengajak umat Islam membaca takbir, memperbanyak zikir, istighfar, sedekah, serta amalan baik lainnya. Tak lupa umat muslim juga diimbau berdoa agar wabah Covid-19 segera pergi dari negeri ini.

“Juga berdoa untuk keselamatan bangsa dan negara,” kata dia.

Gerhana matahari sendiri terjadi ketika posisi bulan terletak di antara bumi dan matahari sehingga terlihat menutup sebagian atau seluruh cahaya matahari di langit bumi.

Berdasarkan cara tertutupnya matahari, terdapat empat jenis gerhana matahari: gerhana matahari total, gerhana matahari cincin, gerhana matahari sebagian, dan gerhana matahari hibrida/campuran.

Meski berukuran sekira 400 kali lebih kecil dari matahari, bulan terletak 400 kali lebih dekat ke bumi sehingga kedua benda langit ini tampak hampir sama besar di langit bumi.

Dikarenakan orbit bulan berbentuk elips, jaraknya dari bumi sedikit berubah-ubah sehingga kadang tampak lebih besar dan mampu menutupi matahari (menyebabkan gerhana total) atau kadang lebih kecil dan hanya dapat menyebabkan gerhana matahari cincin.