Bertemu Jokowi, GP Ansor : Ada Kelompok Radikal di Salah Satu Capres

Bertemu Jokowi, GP Ansor : Ada Kelompok Radikal di Salah Satu Capres

30
SHARE

Majalahayah.com, Jakarta – Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor),  Yaqut Cholil Qoumas mengatakan ada kelompok radikal yang berhubungan dengan salah satu kandidat peserta Pemilihan Presiden 2019. Hal ini ia sampaikan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat bertemu di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, 11 Januari 2019.

“Mereka bukan merusak Pemilu namun mereka menginduk pada salah satu kontestan pemilu untuk memasukkan agenda-agenda mereka,” katanya saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan.

Yaqut enggan berbicara kepada kandidat yang mana kelompok radikal ini bernaung. Saat didesak wartawan siapa yang ia maksud, Yaqut menjawab, “Saya tak mau sebut namun faktanya ada. Bisa dirasakan lah. Saya kira semua juga tahu.”

Baca juga :   Usai Tragedi Lion Air, Mahkamah Penerbangan Harus Dibentuk

Menurut Yaqut, kelompok-kelompok radikal ini muncul akibat kontestasi pemilihan presiden. Dalam pertemuan dengan Jokowi, ia membawa pengurus GP Ansor dari 34 provinsi yang semuanya melaporkan situasi dan kondisi di wilayahnya masing-masing.

Dua daerah yang ia sebut ada kelompok radikal adalah Riau dan Jawa Barat. “Riau, misalnya, terkonsolidir. Jawa Barat apalagi,” kata dia.

Baca juga :   Al-Khathath ditangkap, Munarman Kunjungi Mako Brimob

Yaqut menuturkan tujuan kelompok radikal ini bukan untuk merusak Pemilu melainkan demi mewujudkan visi-misi mereka. “Ya dirikan negara Islam, lah, Khilafah Islamiah, atau minimal mereka dirikan NKRI bersyariah,” ujarnya.

Kepala Staf Presiden Moeldoko yang turut menemani Jokowi dalam pertemuan itu mengatakan, Presiden tidak memberi tanggapan saat Yaqut meyebut ada kelompok radikal yang menginduk ke salah satu kandidat Pilpres.

“Kami tidak memberikan tanggapan. Negara dan Pak Jokowi tidak memberikan tanggapan,” ucapnya.