Tank militer Israel. Foto : istimewa

Majalahayah.com, New York – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), akhirnya resmi menarik laporan tindak kejahatan Apartheid yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Keputusan ini bahkan kurang dari seminggu, sejak pertama kali laporan dirilis oleh Komisi PBB untuk Ekonomi dan Sosial Asia Barat (ESCWA).

Dilansir dari Al-Arabiya, Minggu (19/3/2017), buntut dari penarikan laporan itu ialah mundurnya Rima Khalaf dari jabatan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk ESCWA

Langkah yang diambil Rima itu disinyalir sebagai bentuk kekecewaan dirinya terhadap tindakan PBB yang dengan mudah tunduk pada AS. Ia juga diketahui kecewa dengan Sekjen PBB.

“Ini adalah hal normal bagi para penjahat untuk memberikan tekanan dan serangan kepada mereka yang mengajukan tuntutan atas nama para korban,” ujarnya.

Mundurnya Rima sebagai salah satu petinggi PBB pun mendapat cibiran dari beberapa anggota PBB khususnya Israel dan AS. Duta Besar (Dubes) Israel untuk PBB, Danny Danon bahkan berujar sosok seperti Rima yang anti terhadap Israel seharusnya tidak diberi tempat di PBB.

“Saya tidak merasa heran negara-negara anggota yang sekarang, memiliki pemerintah yang tidak memerhatikan norma-norma dan nilai-nilai hak asasi manusia internasional, akan unjuk diri untuk intimidasi ketika mereka merasa sulit untuk mempertahankan kebijakan dan praktik melanggar hukum mereka,” pungkasnya. AS memang diketahui sejak awal menolak hasil laporan Apartheid.