Majalahayah.com, Jakarta – Anak hamil di luar nikah tak sedikit orang menyudutkan perempuan sebagai korban dan laki-laki adalah pelaku. Faktanya Pegiat Keluarga Kita, Najelaa Shihab katakan bahwa saat anak melakukan kesalahan mereka adalah korban tanpa melihat gander.

Namun, ia katakan memang perempuan lebih dirugikan dibanding laki-laki saat terjadinya peristiwa hamil di luar nikah.

Terlihat jelas dalam Film Dua Garis Biru, Dara (Zara JKT48) yang tengah hamil tak dapat lagi meneruskan sekolah. Lain halnya dengan Bima (Angga) ia masih bisa melanjutkan sekolah hingga kuliah dan bekerja.

“Jadi memang complicated posisi sekolah, saya aja yang bikin film tanpa adegan penolakan macam-macam. Masalah sistem ketika ada anak hamil di luar nikah tidak diselesaikan pihak sekolah saja, yang dibutuhkan adalah proses pengambilan keputusan dari pihak paling tinggi misal kebijakan presiden,” ucap Guna S. Noer, Sutradara Dua Garis Biru kepada majalahayah.com, di Kawasan Kemang, Jakarta (30/7/2019).

Hal yang perlu diingat, sambung Gina, penting diketahui bahwa upaya membela anak-anak adalah tanggung jawab kita semua.

“Kesalahan mereka adalah kesalahan orangtuanya, kesalahan pemerintah, kok bisa anak melakukan hal seperti itu. Dan perlu di cek juga apakah kita sebagai orang dewasa sudah maksimal memenuhi kebutuhan mereka (anak),” ungkapnya.

Dan dalam film Dua Garis Biru juga sudah digambarkan bahwa Dara yang tengah hamil masih bisa melanjutkan sekolah dengan cara mengambil paket C dan masih bisa melanjutkan cita-citanya untuk berpendidikan di Luar Negeri.

“Masalah anak itu kita tidak bisa saling mengalahkan, harus bergandengan tanggan untuk menyelesaikannya,” tandasnya.